๐Ÿ“… Jumat, 21 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
Modal $8 Miliar Mengalir ke Infrastruktur Stablecoin di 2027 - Pertarungannya Bergeser ke Afrika dan Amerika Latin

Modal $8 Miliar Mengalir ke Infrastruktur Stablecoin di 2027 - Pertarungannya Bergeser ke Afrika dan Amerika Latin

Kelompok fintech Perancis NGPES memperkirakan investasi infrastruktur stablecoin akan menyentuh angka $8 miliar pada 2027. Aliran modal ini merespons temuan bahwa aktivitas pembayaran stablecoin di dunia nyata - mencakup barang, jasa, remitansi, dan penyelesaian korporat - telah mencapai $390 miliar sepanjang 2025.

Dana ini tidak mengalir ke penerbit koin baru, melainkan ke sistem fondasi. Modal diarahkan ke jalur pembayaran, kustodi institusional, platform penyelesaian transaksi, teknologi kepatuhan, manajemen cadangan, hingga orkestrasi pembayaran lintas batas dan API pengembang. Rata-rata nilai kesepakatan modal ventura di sektor ini naik 30-40% di 2025, dan diproyeksi bertambah lagi 25-35% di 2026 serta 20-30% di 2027. “Lima tahun lalu investor bertanya stablecoin mana yang menang,” kata Presiden NGPES Suren Hayriyan. “Sekarang mereka bertanya infrastruktur terregulasi mana yang memungkinkan adopsi institusional.”

Pemain Besar Membangun Jalur

Bank-bank institusional ikut merakit jaringan mereka. Juli lalu, Standard Chartered meluncurkan akses USDC untuk klien institusional. BNY menambahkan layanan USDC yang mencakup pencetakan, penarikan, kustodi, hingga transfer. Di ranah jaringan pembayaran, Circle mengintegrasikan Gateway dan Circle Payments Network dengan Fireblocks, membuat USDC bisa diakses di lebih dari 50 negara dengan pencairan fiat lokal.

Data dari Paybis memperlihatkan profil penggunanya. Stablecoin menguasai 86% volume kripto di platform mereka, dengan klien antarbisnis (B2B) menghasilkan 97,8% dari total volume itu. Sebanyak 22,5% entitas bisnis sudah memakai atau merencanakan penggunaan stablecoin untuk pembayaran lintas batas. Di Eropa, proyeksi investasi infrastruktur euro-stablecoin diperkirakan mencapai $300-350 juta sepanjang 2026-2027. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan delapan stablecoin euro yang patuh aturan MiCA, mencatat kenaikan kapitalisasi pasar 128% menjadi $673,9 juta antara Juni 2025 hingga Juni 2026.

Ledakan Volume di Afrika dan Amerika Latin

Meski pusat finansial Eropa sibuk menyiapkan produk institusional, lonjakan volume transaksi riil berpusat di pasar negara berkembang. Di Afrika, ekonomi yang digerakkan perangkat seluler mendorong prediksi kenaikan volume stablecoin 65-80% pada 2026, dan 50-65% di 2027. Amerika Latin menyusul dengan proyeksi pertumbuhan volume 55-65% di 2026 dan 45-55% di 2027.

Kebutuhan di pasar ini menuntut infrastruktur yang mendukung perputaran uang harian. NGPES memperkirakan aktivitas transaksi relatif terhadap pasokan koin akan naik 130-140% di 2026, lalu melesat hingga 200% pada 2027. Besarnya kue pasar ini memicu model adopsi baru. Stablecoin berlabel putih (white-label) diproyeksikan menguasai 15-20% volume penerbitan pada akhir 2026, lalu bertambah jadi 25-30% pada pengujung 2027.

Wallet Bitcoin.com Tampung USDU - Satu-Satunya Stablecoin Dolar Restu UAE Kini Rambah Jalur Retail๐Ÿ“Œ Baca JugaWallet Bitcoin.com Tampung USDU - Satu-Satunya Stablecoin Dolar Restu UAE Kini Rambah Jalur Retail

Fase kompetisi koin perlahan bergeser jadi persaingan penyediaan pipa uang. Pemenangnya kelak bukan yang mencetak pasokan terbanyak, tapi yang sanggup menyambungkan saldo kripto dengan kasir pedagang lokal tercepat di Afrika dan Amerika Latin.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share