๐Ÿ“… Jumat, 21 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
Pelacak Kriminal ZachXBT Bongkar Sosok Wanita AS yang Kuras $5 Juta Lewat Modus CS Palsu - dan Ejek Korbannya

Pelacak Kriminal ZachXBT Bongkar Sosok Wanita AS yang Kuras $5 Juta Lewat Modus CS Palsu - dan Ejek Korbannya

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Seorang wanita asal Amerika Serikat terekam mengejek korbannya lewat panggilan telepon, tepat setelah ia menguras habis dompet kripto milik mereka. Nama wanita itu Tiffany Milanovich, dan identitas beserta jejak kejahatannya baru saja dibongkar oleh penyelidik on-chain ZachXBT di hadapan 1,08 juta pengikutnya.

Menurut pengungkapan ZachXBT, Milanovich merupakan aktor ancaman siber yang terhubung dengan rentetan pencurian kripto. Kerugian yang berhasil dilacak dari aksinya mencapai angka minimal $5 juta. Alih-alih menyembunyikan jejak uang hasil kejahatan ini, pelaku justru terang-terangan pamer di media sosial saat membelanjakannya untuk berbagai barang mewah gaya hidup kelas atas.

Utas pembongkaran identitas ini menjadi salah satu pengungkapan paling viral pekan ini di platform X. Cuitan ZachXBT mengumpulkan 10.124 likes dan dibagikan ulang sebanyak 947 kali. Perhatian publik tersedot bukan hanya karena nilai kerugian yang ditimbulkan, melainkan karena cara pelaku memperdaya korban yang menyentuh keseharian pengguna kripto.

Memanfaatkan Kepanikan Pengguna

Strategi Milanovich meraup jutaan dolar sama sekali tidak bergantung pada keahlian meretas kontrak pintar atau eksploitasi kode jaringan. Ia murni memanfaatkan kelemahan psikologis dan kepanikan lewat penipuan impersonasi layanan pelanggan.

Sasaran utamanya adalah para pengguna bursa kripto terpusat dan pemilik dompet perangkat keras populer seperti Ledger dan Trezor. Korban biasanya dihubungi lewat kiriman email palsu yang dibentuk semirip mungkin dengan rilis resmi, atau lewat panggilan telepon yang tiba-tiba masuk. Penelepon akan mengaku sebagai anggota tim dukungan teknis, lalu mendesak korban dengan narasi bahwa ada celah keamanan mendadak pada akun mereka.

Serangan phishing lewat penyamaran layanan pelanggan ini mematikan karena langsung mengincar kelengahan manusia, bukan sistem. Penjahat siber tak perlu susah payah mencari titik lemah pada protokol pertahanan blockchain ketika mereka bisa memanipulasi manusia di ujung telepon untuk menyerahkan kunci akses mereka sendiri.

Pasangan Prancis Diculik Jam 4 Pagi Demi Tebusan Bitcoin - Ternyata Ini Bagian dari 77 Kasus Pemerasan Sepanjang 2026๐Ÿ“Œ Baca JugaPasangan Prancis Diculik Jam 4 Pagi Demi Tebusan Bitcoin - Ternyata Ini Bagian dari 77 Kasus Pemerasan Sepanjang 2026

Nomor Telepon Sebagai Amunisi

Jejak kriminal Milanovich ternyata terhubung dengan tren pencurian yang jauh lebih luas. Serangan yang menjadikan pengguna sebagai titik buta ini kian terbukti menjadi salah satu vektor eksploitasi paling efektif dan menguntungkan saat ini.

Baru-baru ini, perusahaan keamanan siber Rapid7 merilis laporan tentang kampanye penipuan sejenis bersandikan Operation Asterix. Dalam operasi itu, sindikat pelaku berhasil mengumpulkan basis data berisi 885.000 nomor telepon aktif. Ratusan ribu nomor ini dikumpulkan khusus untuk dijadikan sasaran tembak kampanye phishing yang juga menyamar sebagai staf dukungan pelanggan dompet kripto.

Ketika basis data terus beredar dan teknik rekayasa sosial para pelaku kian meyakinkan, sistem pengamanan berlapis tidak lagi bisa jadi penjamin. Keselamatan aset kini bergeser pada satu pertahanan terakhir yang ada di tangan pengguna. Begitu ada suara di ujung telepon yang menanyakan data pribadi dengan dalih bantuan teknis, di situlah pintu perampokan resmi dibuka. Dilansir dari @zachxbt di X.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share