Pemimpin Reform UK Nigel Farage memenangkan pemilu sela Clacton dengan 63% suara. Dia mengalahkan kandidat satir Count Binface yang meraih 27% dukungan dalam kontestasi tanpa partisipasi partai besar lain ini. Meski mantan Perdana Menteri Keir Starmer menyebut pemilu sela ini sebagai aksi nekat, kemenangan ini mengantarkan Farage kembali ke kursi parlemen di bawah era Perdana Menteri Andy Burnham.
Namun kembalinya Farage langsung disambut masalah lama. Parliamentary Commissioner for Standards segera melanjutkan investigasi yang sempat ditangguhkan pada Juli lalu saat dia mundur dari parlemen.
Sumbangan Miliarder dan Mantan Narapidana
Fokus utama investigasi menyorot asal usul pendanaan kampanye dan operasional Farage. Sorotan pertama jatuh pada dana $6,7 juta dari kriptomiliarder Christopher Harborne. Kedua, soal dukungan staf dan keamanan yang dibiayai oleh George Cottrell, mantan narapidana yang punya kaitan dengan bisnis kasino kripto.
Farage awalnya menyebut donasi Cottrell sebagai hadiah atas kampanye Brexit. Belakangan, dia menyebut aliran dana dari Harborne maupun Cottrell sebagai hadiah yang diberikan tanpa syarat.
Aturan parlemen Inggris mewajibkan setiap anggota baru mendaftarkan semua kepentingan finansial selambatnya satu bulan setelah terpilih. Kewajiban lapor ini juga mencakup berbagai manfaat yang diterima selama 12 bulan terakhir. Jika investigasi membuktikan adanya pelanggaran aturan, Farage bisa diskors dari parlemen - hukuman yang berpotensi memicu pemilu sela ulang di Clacton.
๐ Baca JugaBank Terbesar Israel Buka Akses Kripto Untuk 2,5 Juta Nasabah - Tapi Kunci Izinnya Masih Dipegang Otoritas yang Sama
Celah Aliran Dana Asing
Kasus Farage memicu kekhawatiran soal masuknya uang asing di politik Inggris. Buntut dari kasus ini, sejumlah anggota parlemen dari Partai Buruh dilaporkan mengusulkan agar moratorium donasi kripto yang diberlakukan sejak Maret diubah menjadi larangan permanen. Langkah ini diusulkan untuk mengantisipasi masuknya pengaruh aktor asing.
Laporan International Bar Association menunjukkan adanya celah dalam aturan yang berlaku saat ini. Asosiasi yang tidak berbadan hukum ternyata diperbolehkan menyumbang lebih dari $675 langsung kepada politisi Inggris. Celah ini rentan dipakai oleh entitas yang punya bisnis di Inggris sebagai saluran uang asing atau dana gelap.
Kemenangan politik Farage kini diuji langsung oleh aturan transparansi keuangan, memperlihatkan betapa rumitnya memisahkan aliran dana kripto privat dari integritas politik publik. Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




