Sebanyak 50 perusahaan publik di Amerika Serikat resmi menolak rencana tokenisasi saham mereka di platform OKXICE. Menurut pengumuman publik OKXICE pada 30 Oktober 2026, sikap penolakan datang dari mayoritas emiten yang semula disasar. Dari 62 perusahaan dengan 63 simbol saham yang awalnya disiapkan untuk ditokenisasi oleh perusahaan patungan antara bursa kripto OKX dan Intercontinental Exchange (ICE) itu, kini sebagian besar memilih menolak.
Arus penolakan melonjak dalam rentang empat hari. Data OKXICE menunjukkan jumlah penentang bertambah dari 26 perusahaan pada 26 Oktober menjadi 38 perusahaan pada 28 Oktober, lalu mencapai 50 perusahaan pada 30 Oktober. Masuknya 24 penolakan baru dalam empat hari itu mencakup 12 korporasi pada pengumuman terakhir, yaitu Nvidia, Nike, Costco, Micron, Reddit, CrowdStrike, Corning, IREN, USA Rare Earth, Bloom Energy, Palo Alto Networks, dan Hewlett Packard Enterprise. Mereka menyusul emiten lain yang sudah menolak lebih awal, seperti Microsoft, Alphabet, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, AMD, Intel, dan Walmart.
Klausul khusus dari regulator pasar modal Amerika Serikat memberi ruang bagi sikap para emiten.
Jalur Keberatan 30 Hari di Bawah Aturan SEC
Dasar hukum penolakan bertumpu pada ketentuan pengecualian perdagangan sementara atau temporary trading exemption dari Securities and Exchange Commission (SEC) tertanggal 17 September 2026. Aturan itu mewajibkan setiap platform memberi tahu emiten sebelum menawarkan saham tertokenisasi milik pihak ketiga kepada publik.
Emiten memiliki waktu 30 hari kalender sejak surat pemberitahuan diterima untuk melayangkan keberatan tertulis. Jika hak ini diajukan, SEC melarang keras platform menawarkan token saham perusahaan bersangkutan di bawah fasilitas pengecualian. Ketentuan 30 hari inilah yang dipakai 50 emiten untuk menghentikan pencatatan token saham mereka di OKXICE.
Tudingan Peran Nasdaq dan Desain Uniswap v4
Kabar mengenai keterlibatan bursa saingan juga merebak di pasar. Muncul tudingan bahwa perwakilan bursa Nasdaq aktif mendorong emiten-emiten yang terdaftar di papannya untuk menolak inisiatif OKXICE. Nasdaq menolak berkomentar langsung soal tudingan itu, namun menegaskan preferensi mereka pada tokenisasi yang dipimpin langsung oleh pihak emiten.
OKXICE sendiri dioperasikan oleh OKXICE LLC, usaha patungan dengan kepemilikan seimbang 50:50 antara Intercontinental Exchange Holdings dan OKC USA Holding. Platform ini dirancang memakai kolam likuiditas berizin di Uniswap v4 pada blockchain XLayer milik OKX, dengan pasangan perdagangan stablecoin USDC dan USDG.
๐ Baca JugaChina Perketat Penindakan Korupsi Kripto - Incar Suap Pejabat hingga Buronan Luar Negeri
Garis Batas bagi Tokenisasi Saham
Bagi pelaku pasar kripto, penolakan massal ini memperjelas batas kewenangan platform pihak ketiga. Kemitraan dengan induk New York Stock Exchange dan pemanfaatan teknologi Uniswap v4 tidak otomatis memuluskan langkah jika emiten menolak saham mereka ditokenisasi. Selama emiten memegang hak sanggah lewat aturan SEC, inisiatif tokenisasi ekuitas AS tetap harus menunggu izin langsung dari perusahaan penerbitnya.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: China Perketat Penindakan Korupsi Kripto - Incar Suap Pejabat hingga Buronan Luar Negeri
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




