Harga Ethereum mencoba pulih mendekati ambang $2.300 setelah tekanan pasar akibat peretasan $6,3 miliar di Binance mulai mereda. Upaya kenaikan ini berlangsung di tengah situasi modal yang terbelah dua arah: produk investasi institusi di bursa Amerika Serikat terus mencatat penarikan dana, sementara jaringan dasar justru mengunci pasokan koin dalam jumlah tertinggi sepanjang sejarah.
Perbedaan arah terlihat jelas antara perilaku pemegang modal di bursa saham dan para validator di jaringan blockchain.
Arus Keluar ETF Beruntun Melawan Rekor Staking
Produk ETF spot Ethereum di pasar Amerika Serikat membukukan arus keluar berturut-turut sepanjang lima sesi perdagangan dari 26 hingga 30 Oktober. Akumulasi penarikan dana dari instrumen itu mencapai $431,4 juta.
Data Farside Investors mencatat penarikan harian terbesar terjadi pada 30 Oktober dengan arus keluar $155,7 juta. Angka penarikan harian itu melonjak hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan total penarikan $220,7 juta pada periode lima sesi perdagangan sebelumnya.
Kondisi sebaliknya terjadi di dalam jaringan Ethereum. Data CryptoQuant menunjukkan koin yang ditempatkan pada sistem staking di consensus layer menembus rekor baru hampir 43,8 juta ETH terkunci. Jumlah simpanan itu setara dengan 35,9% dari seluruh pasokan beredar di pasar, didukung oleh keterlibatan 814.000 validator aktif yang mengamankan jaringan.
Tekanan Posisi Short di Pasar Derivatif
Pelepasan modal di pasar institusional berjalan seiring dengan memburuknya sentimen di bursa kontrak berjangka. Funding rate instrumen derivatif Ethereum tertekan ke titik terendah sejak terbentuknya dasar pasar pada bulan Juni lalu. Rendahnya biaya pendanaan kontrak ini memperlihatkan kuatnya permintaan untuk membuka posisi short, menandakan dominasi pelaku pasar yang mengantisipasi penurunan harga.
Kondisi di pasar derivatif memperlihatkan bahwa sebagian besar pedagang kontrak belum mempercayai daya tahan rebound harga spot menuju level $2.300.
Batas Kritis $2.250 dan Risiko Menuju $1.850
Dari sisi analisis teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) harian ETH berada di level 34,15. Posisi ini kian mendekati batas jenuh jual di angka 30, menunjukkan bahwa tekanan jual yang melanda pasar mulai mendekati batas pelemahan alaminya.
๐ Baca JugaPeretas Binance Tukar $325 Juta dalam Satu Jam - Masih Kuasai $2,4 Miliar Aset Kebal Pembekuan
Ujian terdekat bagi pemulihan harga berada pada area support kritis mingguan di level $2.250. Mempertahankan level harga ini menjadi penentu penting bagi kelanjutan pergerakan ETH menuju target $2.300. Sebaliknya, apabila momentum pemulihan gagal dan level $2.250 ditembus ke bawah, pasar menghadapi risiko koreksi lanjutan hingga ke bawah $1.850.
Bagi pelaku pasar yang memantau pergerakan harga saat ini, area $2.250 menjadi garis acuan utama: bertahan di atas batas itu menjaga peluang penguatan teknikal, sementara penembusan ke bawah membuka ancaman penurunan yang jauh lebih dalam.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




