๐Ÿ“… Jumat, 28 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
Pangeran Abu Dhabi Kuasai 49% Bank Kripto Trump - Jejak Dana Mengalir Lewat StringZ Holding

Pangeran Abu Dhabi Kuasai 49% Bank Kripto Trump - Jejak Dana Mengalir Lewat StringZ Holding

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Laporan Wall Street Journal (WSJ) mengungkap bahwa Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, penasihat keamanan nasional Uni Emirat Arab sekaligus ketua perusahaan AI G42, berada di balik StringZ Holding RSC. Perusahaan ini memegang 49% saham WLTC Holdings, entitas induk dari bank kepercayaan kripto World Liberty Financial. Sementara itu, sumber WSJ menyebut entitas yang terkait dengan keluarga Trump menguasai 38% saham di perusahaan induk yang sama.

Porsi kepemilikan yang besar dari dua belah pihak membentuk fondasi utama bagi World Liberty Trust Company. Jika nanti mendapat persetujuan final dari regulator, bank ini akan mengambil peran penuh untuk menerbitkan, menebus, dan menyimpan stablecoin USD1 milik ekosistem World Liberty.

Syarat Ketat Sebelum Beroperasi

Meski strukturnya sudah terbentuk, World Liberty Trust Company belum bisa melayani publik. Office of the Comptroller of the Currency (OCC) baru memberikan persetujuan bersyarat awal pada tanggal 14 Agustus.

Dokumen resmi OCC mencantumkan StringZ sebagai investor di WLTC Holdings. Perusahaan ini juga telah menandatangani komitmen tertulis untuk tidak mempengaruhi jalannya operasional bank. Menariknya, nama Sheikh Tahnoon tidak disebutkan sama sekali dalam dokumen persetujuan itu. Bank dipastikan belum bisa beroperasi sampai seluruh daftar persyaratan pra-pembukaan dari OCC terpenuhi dan persetujuan final resmi diterima.

Jejak Geopolitik dan Ekspor AI

Jejak Sheikh Tahnoon di jaringan bisnis ini menyusul manuver pendanaan sebelumnya. Ia tercatat pernah mendukung pembelian 49% saham World Liberty Financial dengan nilai investasi mencapai $500 juta. Masuknya dana dari Abu Dhabi sempat memicu reaksi di Washington. Sejumlah Senator Demokrat menuntut diadakannya dengar pendapat khusus untuk mengurai transaksi ini, sekaligus mempertanyakan pengaruhnya terhadap arah kebijakan Amerika Serikat terhadap Uni Emirat Arab.

Tuntutan para senator bermula dari eratnya relasi teknologi kedua negara akhir-akhir ini. Pada bulan November 2025, pemerintah AS mengizinkan ekspor chip AI canggih ke G42 milik Tahnoon. Izin strategis ini turun hanya berselang satu bulan setelah Washington dan Abu Dhabi menandatangani kesepakatan kerja sama AI yang jauh lebih luas.

Pemerintah Inggris Paksa Bank of England Dukung Stablecoin Lewat Hukum - Tapi 99 Persen Pasar Terlanjur Dikuasai Dolar๐Ÿ“Œ Baca JugaPemerintah Inggris Paksa Bank of England Dukung Stablecoin Lewat Hukum - Tapi 99 Persen Pasar Terlanjur Dikuasai Dolar

Ujian Terakhir Menuju Pasar

Modal $500 juta dari masa lalu beserta kepemilikan 49% saham lewat StringZ memberi dorongan finansial besar untuk peluncuran stablecoin USD1. Namun, hal ini sekaligus meletakkan proyek kripto keluarga Trump di bawah sorotan politik dan diplomasi AS. OCC kini sudah memegang komitmen tertulis dari pihak investor, tapi langkah menuju peluncuran penuh masih bergantung murni pada pemenuhan syarat operasional yang diwajibkan.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Pemerintah Inggris Paksa Bank of England Dukung Stablecoin Lewat Hukum - Tapi 99 Persen Pasar Terlanjur Dikuasai Dolar


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share