Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) Michael Selig menyatakan bahwa agen kecerdasan buatan (AI) otonom kini bukan lagi fiksi ilmiah dalam sistem keuangan. Di forum perdana Frontier Forum di Washington DC, Selig memaparkan skenario masa depan ketika perangkat rumah tangga dapat bertransaksi langsung di pasar kripto. Dalam paparannya, kulkas pintar berpeluang membeli bahan makanan sendiri menggunakan keuntungan staking Ether (ETH), atau bahkan menerbitkan memecoin miliknya sendiri.
Infrastruktur transaksi otonom telah mulai diadopsi oleh industri kripto untuk mewujudkan skenario itu. Coinbase meluncurkan Agentic Wallets pada Februari 2026, disusul peluncuran AI Agent Skills oleh Binance pada Maret 2026. Kedua fasilitas itu memungkinkan agen AI memiliki dompet digital dan menjalankan eksekusi on-chain tanpa kendali manual di setiap transaksi.
Siapa yang Bertanggung Jawab
Aktivitas piranti otonom membawa benturan langsung terhadap aturan yang berlaku. Kerangka regulasi pasar saat ini dirancang untuk pelaku pasar yang teridentifikasi, sehingga kehadiran software otonom memicu perdebatan hukum baru di lingkup otoritas. Muncul tanda tanya mengenai pendaftaran pihak pengembang, serta penanggung jawab sah apabila agen AI mengambil tindakan di luar kendali.
Selig mengusulkan perlunya instrumen kepatuhan baru bernama Know-Your-Agent (KYA) untuk menyelesaikan kebuntuan itu. Standar KYA ditujukan untuk memastikan regulator mengetahui siapa pemilik atau pengendali di balik agen AI yang bertransaksi di pasar.
Ancaman Reaksi Serempak
Dorongan regulasi baru ini bergulir di tengah tingginya keterbukaan pemodal terhadap teknologi pintar. Survei eToro per September mencatat 79% investor milenial dan 77% investor Gen Z di AS sudah atau terbuka memakai AI untuk menentukan keputusan investasi mereka. Bagi pemodal kecil, agen AI menjanjikan efisiensi analisis data pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.
Kendati menawarkan efisiensi analisis, Selig memperingatkan risiko pasar berkorelasi serempak jika ribuan agen AI memakai model bahasa yang serupa. Apabila ribuan algoritma mengambil posisi yang sama pada saat bersamaan, keseragaman itu dapat memperparah guncangan pasar.
๐ Baca JugaSistem Pengawas Pemilu AS Lumpuh Diretas - Laporan Belanja Puluhan Juta Dolar Super PAC Kripto Tertahan
Bagi pelaku pasar yang ingin memanfaatkan automasi cerdas, arah kebijakan CFTC memberi pesan tegas: kepemilikan agen otonom tidak menghapus tanggung jawab hukum, dan transparansi pengendali tetap menjadi syarat mutlak dalam bertransaksi.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Pajak Kripto 22% Korea Selatan Berpeluang Ditunda ke 2029 - Celah Bursa Asing Jadi Ganjalan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




