Federal Reserve kini diproyeksikan menaikkan suku bunga dua kali di 2026, membalikkan jalur kebijakan yang diantisipasi pasar pada awal tahun. Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 0,25% pada rapat bulan Juli melompat ke 40%. Menurut laporan dari akun WatcherGuru yang memiliki 4,5 juta pengikut di X, angka probabilitas Juli ini melonjak dari yang hanya berada di level 12% seminggu sebelumnya.
Perubahan ekspektasi ini didorong langsung oleh memburuknya indikator inflasi di tingkat global. Konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat memicu lonjakan harga minyak hingga menyentuh $100 per barel, memberi lapisan tekanan baru pada biaya produksi dan logistik. Mengutip buletin pasar The Kobeissi Letter, ekspektasi inflasi dan suku bunga kembali naik tajam. Efek berantainya langsung terasa di pasar obligasi, dengan imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun kini mencatat level tertinggi dalam 18 bulan terakhir.
Menguji Ketahanan Saham dan Kripto
Dalam sejarah pasar, tren suku bunga tinggi selalu berperan sebagai angin berlawanan bagi aset berisiko tinggi. Saham teknologi dan pasar kripto menjadi sektor pertama yang merasakan tekanan. Pada sesi perdagangan 23 Juli, indeks S&P 500 merosot 1,2%, sementara Nasdaq yang sarat portofolio teknologi membukukan pelemahan hingga 2,2%.
Di pasar aset digital, beban ganda dari konflik geopolitik dan kebijakan ketat bank sentral menahan upaya pemulihan harga. Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 53% di bawah rekor tertinggi $120.000 yang dicatat pada bulan Oktober 2025. Laporan analisis dari Binance Research menyimpulkan bahwa rentetan tekanan makroekonomi ini bisa terus membatasi ruang pemulihan harga Bitcoin setidaknya hingga kuartal ketiga 2026. Sentimen ini menandakan fase pelemahan pasar mungkin akan berlangsung lebih panjang dari perkiraan.
Runtuhnya Ilusi Aset Aman
Gejolak makroekonomi ini memukul berbagai kelas aset tanpa pandang bulu, termasuk instrumen yang selama ini dianggap stabil. Investor veteran Anthony Pompliano, yang memiliki 2,2 juta pengikut di X, turut menyoroti ironi di pasar surat utang. Ia mencatat bahwa para investor yang menempatkan modal di obligasi lima tahun lalu dengan asumsi aset itu aman, saat ini sudah menanggung kerugian sebesar 50%. Narasi perlindungan nilai sedang diuji di seluruh penjuru pasar.
📌 Baca JugaIndustri Kripto Serap 34.000 Pekerja AS Kalahkan Sektor Kopi - Tapi Ada Sokongan $50 Juta Ripple di Balik Angka Ini
Ujian bagi pasar kripto tahun ini bergeser dari sekadar regulasi lokal menjadi persoalan likuiditas global. Bagi pelaku pasar yang menanti momentum kenaikan tren berikutnya, pergerakan inflasi dan keputusan suku bunga The Fed pada bulan Juli akan bertindak sebagai penentu ke mana arah modal besar mengalir.
Dilansir dari @WatcherGuru di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




