Perjalanan lima tahun salah satu proyek Web3 yang paling banyak dipakai akhirnya menemui titik henti. Co-founder Isabel Gonzalez mengumumkan pada 3 Agustus 2026 bahwa POAP (Proof of Attendance Protocol) resmi menutup operasinya.
Sepanjang masa hidupnya, POAP sudah memfasilitasi pencetakan sekitar 7,6 juta badge NFT yang diterbitkan oleh lebih dari 46.000 pihak. Daftar klien korporat yang pernah memakai sistem mereka berisi nama besar lintas industri, mulai dari Coinbase, American Express, Warner Music Group, hingga Bayer. Namun, deretan klien ini tidak cukup untuk menopang kelanjutan operasional proyek.
Mundur Teratur Sejak Awal Tahun
Tanda-tanda akhir perjalanan ini sudah terlihat sejak awal tahun. Platform berspesifikasi ERC-721 ini sudah masuk ke mode pemeliharaan sejak 16 Maret 2026. Saat itu, mereka menyetop pendaftaran penerbit badge baru dan menghentikan seluruh pengembangan aktif.
Kondisi ini kontras dengan sejarah proyek yang bermula dari ajang ETHDenver 2019, ketika tim POAP hanya mencetak sekitar 100 badge bagi para peserta hackathon. Seiring waktu, mereka memindahkan jaringan dari Ethereum ke Gnosis Chain demi memangkas biaya transaksi. Platform ini bahkan pernah mendapat suntikan dana $10 juta pada Januari 2022 dari putaran yang dipimpin Archetype dan Sapphire Sport.
Apa yang Menghambat Bisnis POAP?
Penutupan ini bukan karena kurangnya minat pasar. Gonzalez menyoroti masalah pada siklus pendanaan kripto serta dinamika distribusi. Ia menyebut bahwa membangun entitas perusahaan yang berkelanjutan menjadi sulit dilakukan tanpa harus mengorbankan etos asli dari proyek itu sendiri.
Kasus ini menambah tren matinya proyek Web3 belakangan ini. Proyek seperti Uncharted, Fishing Frenzy, hingga inisiatif digital Nike, RTFKT, juga menempuh jalan serupa. Polanya identik: mereka berhasil menggalang basis komunitas yang kuat, tetapi gagal merumuskan kerangka bisnis yang mampu mandiri.
📌 Baca JugaUbisoft Tutup Server Game NFT Usia 2 Tahun - Ironisnya 8 Token Indie Kripto Justru Meledak 800%
Nasib Koleksi di Dompet Pengguna
Bagi para kolektor lencana digital, penutupan entitas perusahaan POAP tidak otomatis menghapus kepemilikan. Token yang sudah dicetak akan tetap bersemayam di dompet kripto masing-masing sesuai sifat aset onchain.
Ujian sebenarnya ada pada infrastruktur pembaca aset. Akses untuk melihat gambar di galeri, tarikan data lewat API, hingga metadata setiap POAP kini bergantung pada berapa lama server pendukung akan dipertahankan. Sampai saat ini, tidak ada tenggat waktu penutupan server yang diumumkan, dan tidak ada rencana migrasi koleksi. Asetnya memang ada di tangan pengguna, tapi umurnya kini ditentukan oleh sisa napas infrastruktur lama.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu NFT dan Cara Kerjanya?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




