Rusia tinggal butuh dua suara lagi di State Duma pada hari Selasa ini untuk meloloskan aturan perdagangan kripto komprehensif pertamanya. RUU bernama “On Digital Currency and Digital Rights” ini menetapkan batas kapitalisasi pasar 5 triliun rubel atau sekitar $65 miliar bagi aset yang ingin masuk daftar legal. RUU ini juga mensyaratkan rekam jejak lima tahun berturut-turut di bursa asing berlisensi.
Dengan syarat setinggi itu, saat ini cuma Bitcoin dan Ethereum yang lolos saringan. Aset lain seperti Solana (SOL) dan TON mungkin baru bisa menyusul nanti bila memenuhi kriteria. Ketua Komite Keuangan Anatoly Aksakov memperkirakan proses persetujuan akhir di Senat dan tanda tangan Presiden Vladimir Putin butuh waktu dua minggu. Aturan ini dijadwalkan berlaku mulai 1 September 2026, mundur dari target awal 1 Juli akibat alotnya koordinasi antar lembaga pemerintah.
Senjata Menembus Sanksi Barat
Aturan baru ini menaruh satu pembatas tegas: kripto cuma boleh dipakai untuk urusan perdagangan internasional. Perusahaan Rusia bisa membayar mitra asing menggunakan Bitcoin untuk melewati sanksi Barat, tetapi rubel tetap satu-satunya alat pembayaran sah di dalam negeri. Bank of Russia memegang kendali penuh menerbitkan izin operasional bagi bursa, broker, dan kustodian kripto.
Pembatasan ketat turut mengikat pengguna ritel. Investor biasa hanya boleh membeli kripto maksimal 300.000 rubel atau sekitar $3.800 per tahun lewat satu perantara berlisensi. Investor profesional bebas dari batas kuota pembelian, tapi mereka dilarang keras memegang koin privasi seperti Monero (XMR), Zcash (ZEC), dan Dash. Pemerintah menutup akses aset ini karena sistem anti-pencucian uang tidak bisa melacaknya.
Langkah Curi Start Perbankan Lokal
Regulasi perdagangan dan penyelesaian transaksi ini hadir untuk melengkapi undang-undang penambangan kripto yang diteken Putin pada Agustus 2024. Kebijakan tambang itu berbuah hasil nyata: Rusia kini duduk di posisi kedua sebagai produsen Bitcoin terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.
📌 Baca JugaPolymarket Serahkan 100 Wallet ke Aparat - Jejak Transaksi $200 Juta Ungkap Bocoran Rahasia Geopolitik
Uni Eropa sudah memblokir semua jalur transaksi kripto dengan entitas Rusia sejak Februari. Langkah blokade ini nyatanya tidak menghentikan mesin legislasi di Moskow. Perbankan lokal bahkan melangkah lebih cepat dari meja sidang. VTB dan T-Bank sudah mengumumkan rencana membangun fasilitas kustodian kripto jauh sebelum rancangan undang-undang ini disahkan.
Manuver bank besar ini menggeser peta permainan kripto di Rusia. Aturan ketat dengan kuota terbatas jelas membatasi kebebasan investor ritel kecil, namun bagi pemain kelas kakap, pintu belakang transaksi bernilai miliaran dolar kini punya payung hukum resmi. Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




