Di pasar prediksi Polymarket, probabilitas pengesahan CLARITY Act menjadi undang-undang pada 2026 turun ke 34% dari 53% pada 21 Juli. Angka ini menyusut setelah Senat AS memutuskan untuk mendahulukan nominasi federal serta aturan sanksi Rusia dan Iran ketimbang undang-undang struktur pasar kripto.
Waktu bukan lagi sekadar hambatan bagi para pendukung regulasi ini, melainkan ancaman nyata.
Berpacu dengan Libur Musim Panas
Senate Majority Leader John Thune sampai saat ini belum menjadwalkan tindakan apa pun untuk membahas CLARITY Act di lantai Senat. Tindakan awal untuk undang-undang ini kemungkinan baru berjalan pada pekan 3 Agustus. Masalahnya, masa libur musim panas Senat akan dimulai setelah 7 Agustus, hanya menyisakan jeda empat hari untuk seluruh pembahasan.
Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, menilai kalender saat ini sudah berubah menjadi musuh. Ia memperkirakan proses di tingkat lantai harus dimulai sebelum 30 Juli agar Senat memiliki waktu memadai untuk menyelesaikan debat dan pemungutan suara prosedural. Angka pesimisme serupa terlihat di platform prediksi Kalshi, yang mematok probabilitas regulasi ini lolos sebelum akhir 2026 di angka 42%.
Hitungan Kursi yang Mengancam Kripto
Untuk mengatasi hambatan filibuster dan mengesahkan undang-undang, pihak pendukung butuh 60 suara mayoritas. Partai Republik saat ini menguasai 53 kursi, namun Thorn melihat dukungan riil mereka lebih dekat ke angka 50. Senator Josh Hawley dan Rand Paul belum memberikan komitmen suara, sementara Senator Mitch McConnell masih dirawat di rumah sakit.
Sebelumnya, Komite Perbankan Senat menyetujui versi CLARITY Act pada bulan Mei lewat pemungutan suara 15-9. Dua anggota dari Partai Demokrat ikut bergabung menyetujui draf awal itu. Namun, kedua senator Demokrat ini sudah mewanti-wanti sejak awal bahwa dukungan mereka di komite tidak menjamin suara yang sama saat undang-undang dibawa ke lantai Senat.
📌 Baca JugaBlackRock dan Goldman Sachs Desak Pengesahan CLARITY Act - Tapi Senat Masih Sibuk Urus Sanksi Rusia
Tersandera Sengketa Partisan
Pelemahan dukungan legislatif ini tidak lepas dari dinamika politik menjelang pemilu. Tokoh finansial Anthony Scaramucci menyebut kubu penentang akan melakukan segala cara untuk memblokir aturan ini sekadar karena Donald Trump menginginkannya. Sentimen senada datang dari pendiri Cardano, Charles Hoskinson, yang memperingatkan bahwa narasi seputar Trump telah mengubah regulasi kripto menjadi ajang sengketa partisan.
Ironisnya, dorongan untuk segera mengesahkan payung hukum ini datang langsung dari pucuk pimpinan regulator. Melalui sebuah cuitan yang disorot oleh WatcherGuru dan meraup 5.101 likes, Ketua SEC Paul Atkins menyerukan agar Senat segera meloloskan CLARITY Act.
Bagi pelaku industri kripto di AS, kemacetan di Senat ini berarti mereka harus terus menavigasi bisnis tanpa kepastian hukum, terpaksa menunggu para politisi menyelesaikan urusan mereka. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




