XRP mencatat penurunan hampir 10% dan menyentuh angka $1,30 pada jam-jam perdagangan pasar Rabu pagi waktu Asia. Data dari CoinDesk menempatkan XRP di urutan paling bawah sebagai koin berkapitalisasi besar dengan performa terburuk, sebuah pergerakan harga yang menyusul putusan Senat Amerika Serikat untuk menggagalkan rancangan undang-undang CLARITY Act.
Jalur legislatif RUU itu resmi terhenti pada pemungutan suara cloture dengan perolehan hasil akhir 49-50, menyisakan jarak 11 suara dari batas minimal 60 dukungan. Sejumlah senator dari barisan Partai Republik tercatat turut bergeser haluan dan memberikan suara penolakan terhadap draf kompromi setebal lebih dari 600 halaman yang sebelumnya telah dirumuskan dengan panjang lebar oleh para negosiator.
Aturan Etika Picu Pecahnya Kesepakatan
Rancangan kompromi ini menemui jalan buntu akibat perdebatan pada pasal ketentuan etika, yang di dalamnya memuat larangan tegas bagi jajaran pejabat senior untuk memegang kepentingan finansial di industri kripto. Senator Elissa Slotkin dari kubu Demokrat perwakilan Michigan menjadi salah satu pihak yang merinci alasannya memberikan voting “tidak”, menyebut bahwa standar etika di RUU ini masih terlalu tipis untuk dijalankan.
Alasan penolakan itu mengakar pada referensi Slotkin mengenai rekam jejak Donald Trump, anak-anaknya, serta anggota Kabinet yang menghasilkan uang langsung dari dunia kripto. Selain menyoroti isu etika, Slotkin mengungkap fakta bahwa Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) tidak mempunyai staf yang cukup untuk menegakkan hukum di lapangan, ditambah masih terbukanya celah regulasi menyangkut praktik pencucian uang dan pendanaan bagi aksi teroris.
Perusahaan Saham Kripto Turun Lebih Dalam
Reaksi pasar terhadap gagalnya beleid ini menekan sektor ekuitas lebih keras ketimbang harga token itu sendiri. Di lantai bursa, nilai saham Coinbase merosot hampir 9% untuk berakhir di level $174,42, berdampingan dengan saham Circle yang jatuh lebih dari 9% ke harga $88,26. Tren merah ini menjalar ke entitas besar lainnya, dengan catatan Galaxy Digital turun 8% dan Gemini minus 7%.
Barisan perusahaan penambangan dan entitas yang mengelola aset treasury juga menanggung beban penyusutan nilai akibat sentimen yang sama. Nilai saham Bullish serta Riot Platforms sama-sama terpotong sebesar 5%, diikuti eToro yang turun 4%. Sementara itu, kelompok perusahaan Robinhood, MARA, CleanSpark, IREN, dan Core Scientific kompak memerah dengan persentase penurunan antara 3% hingga 4%.
Fokus Beralih ke Pengawas Pasar
Tertutupnya opsi pengesahan di Senat memaksa fokus industri beralih haluan sepenuhnya ke tangan para regulator keuangan. Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dilaporkan sedang mengerjakan rancangan kerangka Reg Crypto sekaligus menyusun set aturan khusus untuk kelas sekuritas tertokenisasi. Langkah penyusunan aturan dari SEC menjadi satu-satunya jalur yang tersisa bagi industri untuk mendapatkan kepastian hukum.
๐ Baca JugaTimbun 2,38 Juta SOL di Nasdaq, DFDV Incar Tambahan Dana $300 Juta Tanpa Dilusi
Bagi komite aksi politik (PAC) dari dalam industri kripto termasuk kelompok Fairshake, kebuntuan ini memicu lahirnya kebutuhan tugas darurat kampanye. Mereka harus segera menyusun strategi guna merespons sikap para senator yang ikut dalam barisan penolak CLARITY Act, sebelum batas akhir masa pemilihan umum Amerika Serikat pada bulan November tiba.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




