📅 Sabtu, 8 Agustus 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Senat AS Tunda Voting CLARITY Act Demi Olahraga Kampus - Peluang Sah Tahun Ini Anjlok ke 17 Persen

Senat AS Tunda Voting CLARITY Act Demi Olahraga Kampus - Peluang Sah Tahun Ini Anjlok ke 17 Persen

📚 Istilah di Artikel Ini:

Senate Majority Leader John Thune telah memastikan CLARITY Act tidak akan masuk meja pemungutan suara sebelum masa reses Agustus, sehingga jadwal voting resmi rancangan undang-undang ini mundur ke September 2026. Penundaan ini diwarnai sebuah ironi: Thune tidak mengajukan cloture motion untuk CLARITY Act, meski ia meloloskan mosi serupa untuk urusan belanja federal, berbagai nominasi, hingga aturan olahraga kampus.

Kabar mundurnya jadwal ini langsung meruntuhkan ekspektasi publik. Di pasar prediksi Polymarket, probabilitas CLARITY Act akan disahkan menjadi hukum pada 2026 anjlok ke 17%, turun tajam dari posisi di atas 70% saat masa reses belum mendekat. Akun X @WatcherGuru juga telah merilis laporan bahwa Senat resmi gagal meloloskan undang-undang kripto ini sebelum libur musim panas.

Mundurnya pengesahan berisiko mengguncang pasar. Firma riset Bernstein sebelumnya telah memperingatkan bahwa kegagalan voting bisa memicu aksi jual aset kripto. CIO Bitwise Matt Hougan juga memproyeksikan pergerakan harga bisa goyah sesaat akibat penundaan ini, meski ia yakin pemulihan akan terjadi saat memasuki musim gugur.

Syarat 60 Suara dan Kebuntuan 11 Bulan

Di atas kertas, meloloskan aturan ini bukan tugas mudah. Senat mensyaratkan 60 suara cloture untuk mengegolkan rancangan undang-undang. Partai Republik saat ini memegang 53 kursi, yang berarti mereka mutlak membutuhkan dukungan minimal dari tujuh senator Demokrat.

Mengamankan suara lintas partai ini terbukti sulit. Senator Lummis mengungkapkan negosiasi yang sudah berjalan 11 bulan belum sepenuhnya tuntas. Hingga masa reses tiba, masih ada beberapa poin pembahasan yang buntu. Perdebatan alot itu berpusat pada batasan etika bagi pejabat terpilih dan keluarganya, perlindungan dari praktik keuangan gelap, imbal hasil stablecoin, serta jaminan bagi pengembang dompet noncustodial.

Resistensi dari dalam Senat juga masih kuat. Senator Elizabeth Warren menegaskan dukungannya terhadap regulasi kripto, namun ia menolak draf CLARITY Act versi sekarang. Penolakan ini didasari kekhawatiran atas potensi konflik politik, lemahnya perlindungan konsumen, serta isu menyangkut keamanan nasional.

AS Bekukan Dua Bursa Pencuci Dana Iran - Ironinya Satu Platform Tetap Beroperasi Meski Sudah Ditindak Dubai📌 Baca JugaAS Bekukan Dua Bursa Pencuci Dana Iran - Ironinya Satu Platform Tetap Beroperasi Meski Sudah Ditindak Dubai

Jendela Sempit Bulan September

Menunda voting ke bulan September memberikan beban tambahan bagi nasib regulasi ini. Kalender legislatif dipastikan padat, sementara tekanan politik akan terus meningkat seiring makin dekatnya pemilihan paruh waktu. Kondisi ini menciptakan jendela pembahasan yang sempit bagi dokumen yang masih menyisakan banyak friksi antar fraksi.

Rencana pengesahan ini kini berpacu melawan waktu dan agenda politik nasional. Jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan dalam celah sempit di bulan September, industri harus bersiap menghadapi volatilitas harga tanpa kepastian payung hukum baru dari Amerika Serikat.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share