Jaringan Bitcoin berpotensi terpecah menjadi dua rantai mulai blok 961.632 pada akhir pekan ini akibat penerapan proposal BIP-110. Node yang menjalankan aturan BIP-110 dijadwalkan mulai menolak blok tanpa tanda khusus, sebuah langkah sepihak yang membuka jalan bagi terciptanya rantai minoritas baru di luar rantai utama.
Proposal BIP-110 pada awalnya dirancang dengan satu tujuan spesifik: mengeluarkan seluruh data non-pembayaran seperti gambar atau teks dari transaksi Bitcoin selama periode satu tahun. Aturan pembersihan ini membutuhkan persetujuan 1.109 dari 2.016 blok penambang, atau sekitar 55% dari total kekuatan jaringan, untuk bisa aktif melalui jalur konsensus normal. Kenyataannya, sinyal dukungan dari penambang mandek di angka 2,6%, menutup rapat kemungkinan pengaktifan lewat dukungan mayoritas.
Sinyal penambang yang berhenti di 2,6% ini membuat perpecahan jaringan belum tentu terjadi seratus persen - rantai minoritas bisa saja berhenti memproduksi blok dengan sendirinya akibat kekurangan tenaga komputasi. Tapi bagi pemegang Bitcoin, ancaman terbesarnya bukan pada eksistensi perpecahan itu sendiri, melainkan pada langkah ceroboh yang mungkin mereka ambil setelahnya.
Bagaimana Eksploitasi Koin Baru Bekerja?
Ancaman utama bagi pengguna datang dari sebuah celah teknis yang dikenal sebagai replay attack. Saat jaringan terbelah, pemegang Bitcoin otomatis akan memiliki saldo di kedua rantai. Ketika pengguna menandatangani transaksi untuk menjual koin hasil fork di rantai minoritas, transaksi itu bisa disalin dan diputar ulang persis sama di rantai Bitcoin asli. Pembeli koin fork yang berniat jahat kemudian bisa mengeksploitasi tanda tangan ini untuk menyedot BTC sungguhan langsung dari dompet penjual.
Developer Bitcoin Kevin Loaec lewat akun X miliknya memperingatkan bahwa pemegang Bitcoin dalam jumlah besar kemungkinan besar akan menjadi target pertama dari eksploitasi ini. Situasi menjadi makin genting bagi pengguna karena perlindungan otomatis anti-replay belum ditanamkan ke dalam jaringan. Sistem pengaman baru ini baru dijadwalkan aktif menyusul di blok 965.664, atau diperkirakan pada awal September mendatang.
Langkah Pengamanan bagi Pemegang BTC
Pilihannya saat ini hanya satu: jangan memindahkan koin sama sekali sampai kedua rantai benar-benar terpisah dan perlindungan sistem aktif. Koin yang diam di dalam dompet tidak menghasilkan tanda tangan transaksi baru, sehingga mustahil terkena replay attack dari pihak luar. Belum lama ini, sebanyak 90,2% aset curian dari bursa Bybit lenyap tanpa jejak dan tidak bisa dilacak lagi, mengingatkan pengguna betapa fatalnya sebuah kesalahan kecil dalam mengelola keamanan kunci privat.
📌 Baca JugaBlackRock Telan 9.269 BTC dalam 4 Hari - Tapi Bhutan Justru Lepas Ratusan Koin Bersamaan
Bagi pemegang BTC, godaan mencairkan koin gratis hasil fork mungkin terlihat sebagai peluang keuntungan mudah. Tapi mempertaruhkan aset utama di tengah ketiadaan perlindungan jaringan adalah risiko yang berpotensi menghilangkan seluruh isi dompet dalam sekejap mata.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




