ENS Labs resmi meluncurkan pembaruan protokol ENSv2 di mainnet Ethereum pada 27 Oktober 2026. Peluncuran arsitektur baru ini berlangsung serentak dengan debut dua platform pendukung, yakni antarmuka anyar ENS App dan penjelajah ENS Explorer.
Aktivasi pembaruan protokol disahkan melalui tata kelola terdesentralisasi setelah proposal yang diajukan pendiri ENS, Nick Johnson, disetujui pemegang token. Sebanyak 1,69 juta suara token ENS menyatakan dukungan, berbanding 24,94 token yang menolak. Hasil ini melampaui ketentuan kuorum minimum sebesar satu juta token.
Bagi pemilik nama domain .eth yang sudah terdaftar, pembaruan ini tidak menuntut pendaftaran ulang. Nama domain yang ada tetap aktif di jaringan tanpa gangguan, dan perpanjangan masa berlaku tetap berjalan melalui kontrak pembaruan ENSv1.
Sistem Registrasi Mandiri dan Risiko Domain Induk
Perubahan mendasar pada ENSv2 terlihat pada tata kelola nama turunan. Arsitektur baru memperkenalkan kemampuan registrasi mandiri untuk subname langsung di bawah domain induk. Mekanisme ini menggantikan sistem pembatasan izin Name Wrapper lama dengan struktur kontrol peran (roles).
Keterikatan antara domain induk dan subname juga dipertegas dalam arsitektur baru ini. Jika sebuah domain induk kedaluwarsa, seluruh pohon subname yang berada di bawahnya otomatis berhenti berfungsi. Rangkaian subname yang mati tidak akan terbawa atau berpindah tangan ke pendaftar domain induk berikutnya.
Klaim Kartu NFT Berdasarkan Snapshot Juni
Menandai pembaruan sistem ini, ENS Labs merilis kartu NFT generatif peringatan karya Simon Alexander-Adams (Polyhop). Pembagian koleksi digital ini dikhususkan bagi dompet yang memenuhi syarat kelayakan berdasarkan data snapshot per 1 Juni 2026.
Kartu NFT generatif ini memuat lima atribut dengan tingkat kelangkaan yang diukur dari panjang label nama domain. Kategori Elemental diperuntukkan bagi nama tiga karakter, Rare untuk empat karakter, Uncommon untuk lima karakter, dan Common untuk nama enam karakter ke atas.
Pencetakan kartu NFT bersifat opsional bagi pemilik akun. Pengguna yang memenuhi syarat hanya perlu membayar biaya gas transaksi jaringan Ethereum setelah menyelesaikan migrasi nama domain mereka.
๐ Baca JugaCelah Glamsterdam Berisiko Alihkan Setoran Staking ke Builder - Pengembang Ethereum Sahkan Perbaikan Konsensus
Bagi para pemilik domain dan subname di ekosistem Ethereum, aturan baru ini memberi keleluasaan registrasi yang lebih fleksibel, sekaligus menuntut kewaspadaan lebih tinggi dalam menjaga masa aktif domain induk agar rantai nama di bawahnya tidak terputus.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Baca juga: Arthur Hayes Lepas Token $28,8 Juta dalam 24 Jam - Balik Arah dari Posisi Risiko Maksimal
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




