New Jersey resmi mengajukan petisi writ of certiorari ke Mahkamah Agung AS pada 2 September untuk meninjau putusan pengadilan banding yang memihak Kalshi. Inti dari langkah hukum ini menyasar satu pertanyaan dasar: apakah Dodd-Frank Act melarang negara bagian untuk mengatur kontrak olahraga yang ditawarkan oleh pasar prediksi terdaftar di Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Satu Isu, Dua Tafsir Pengadilan
Argumen utama New Jersey berpusat pada kontradiksi putusan di tingkat pengadilan banding federal. Pada April lalu, Third Circuit memihak Kalshi dengan menyatakan bahwa kontrak olahraga kemungkinan memenuhi syarat sebagai instrumen swap di bawah Commodity Exchange Act. Putusan itu memberi CFTC yurisdiksi eksklusif yang bisa mengesampingkan hukum negara bagian.
Namun, Ninth Circuit mengambil posisi yang sepenuhnya berlawanan. Pengadilan ini menilai kontrak olahraga masuk dalam kategori taruhan, bukan swap, sehingga negara bagian seperti Nevada tetap berhak memberlakukan hukum perjudian lokal mereka terhadap operasi pasar prediksi.
Menurut dokumen petisi, pembagian pandangan antar-circuit inilah yang memaksa Mahkamah Agung harus turun tangan. New Jersey berargumen Kongres AS tidak pernah memberi wewenang kepada bursa terdaftar federal untuk menawarkan taruhan olahraga di seluruh negeri tanpa mematuhi aturan judi di masing-masing wilayah. Mereka menggunakan doktrin major-questions, berpendapat bahwa perubahan besar dalam hubungan kewenangan federal dan negara bagian butuh arahan eksplisit dari Kongres.
Gugatan Mencapai Puluhan Miliar Dolar
Tekanan dari tingkat negara bagian terhadap operator pasar prediksi tidak hanya berbentuk argumen hukum. Hingga pertengahan Agustus, lebih dari 20 gugatan dan perintah penghentian operasi (cease-and-desist) telah dijatuhkan kepada berbagai operator di seluruh AS.
New York mengambil langkah paling tajam dengan menggugat Kalshi dan menuntut penalti serta restitusi senilai setidaknya $36 miliar. Di tempat lain, Arizona telah mengajukan serangkaian tuduhan pidana. Langkah penegakan hukum lokal ini juga terus berjalan lancar di pengadilan. Pada Agustus lalu, pengadilan federal menolak permintaan Coinbase yang ingin memblokir regulator Michigan dari menindak pasar prediksi olahraga.
๐ Baca JugaMichigan Ancam Kalshi Denda $500 Ribu Sehari - Hakim Sebut Platform Ini Cuma Bandar Judi Berkedok Investasi
Siapa yang Memegang Kendali Mutlak?
Pihak Kalshi menyatakan tetap yakin dengan putusan hukum yang memihak mereka sejauh ini. Mereka juga mencatat bahwa regulasi yang menjadi akar sengketa di Ninth Circuit sedang dalam proses revisi.
Jika Mahkamah Agung mengabulkan petisi New Jersey dan menyidangkan kasus ini, putusan akhirnya akan menentukan garis batas permanen antara kewenangan regulator federal dan otoritas lokal. Sebelum garis itu ditegaskan, para operator pasar prediksi harus terus berhadapan dengan aturan judi yang berbeda-beda di tiap negara bagian.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: CME Berusaha Jegal Produk Bitcoin Perpetual Kalshi - CFTC Balas dengan Label ‘Cedera Mandiri’
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




