Catatan penjualan Bitcoin milik Strategy resmi terhenti dalam pelaporan dua minggu terakhir, menjaga total kepemilikan perusahaan tetap di angka 840.447 BTC. Jeda ini memutus pola likuidasi berulang yang sudah menekan sentimen pasar sejak akhir Mei hingga awal Agustus lalu.
Sepanjang periode tiga bulan itu, perusahaan mencairkan total 6.948 BTC dan mengantongi $432,5 juta. Penjualan ini bermula dari pelepasan 32 BTC di harga rata-rata $77.135 senilai $2,5 juta pada akhir Mei - aksi jual pertama sejak Desember 2022. Laporan Bitfinex menyoroti bahwa meski volume jualan ini kecil relatif terhadap transaksi harian pasar, pelakunya adalah entitas pemegang Bitcoin korporat terbesar. Status ini membuat setiap keping yang dilepas memicu tekanan psikologis berat. Narasi bahwa pemegang aset terbesar sedang menjual kriptonya terus menjadi argumen bearish di bursa antara Mei sampai Agustus.
Kumpulkan Dana Tanpa Sentuh Kripto
Arah kebijakan perusahaan beralih tajam pada pekan ketiga Agustus. Antara tanggal 17 hingga 23, Strategy menerbitkan sekitar 18,26 juta lembar saham MSTR dan meraup dana bersih $2,01 miliar - enam kali lipat lebih besar dibanding emisi saham minggu sebelumnya. Fakta kuncinya: seluruh uang senilai $2,35 miliar yang dikumpulkan lewat penerbitan MSTR dalam dua minggu terakhir sama sekali tidak dialirkan ke pembelian Bitcoin.
Sisa hasil penjualan saham sebesar $1,59 miliar langsung dimasukkan ke akun kas baru. Digabung dengan akun lama, Strategy kini menyimpan total likuiditas tunai $6,69 miliar per 23 Agustus. Cadangan ini dirancang untuk menutupi beban pembayaran dividen preferred shares sekaligus melunasi utang jatuh tempo. Lewat ketersediaan uang tunai ini, operasional perusahaan terjamin hingga sekitar tiga tahun ke depan tanpa perlu menjual satu keping Bitcoin pun.
Pilih Saham Ketimbang Tambah Aset
Analisis Bitfinex menyimpulkan posisi Strategy saat ini bergeser menjadi entitas netral, bukan lagi pembeli aktif di bursa kripto. Dokumen pengajuan tertanggal 10 Agustus mengungkap bukti pergeseran ini: pendapatan $108,6 juta dari hasil penjualan 1.690 BTC dipakai untuk membeli kembali sekitar 1,15 juta lembar saham STRC.
๐ Baca JugaETF Bitcoin Kehilangan $201,8 Juta Sekaligus Hapus Pesta 9 Hari - Podium Jackson Hole Jadi Pemicu Utama
CEO Phong Le menegaskan rencana akumulasi Bitcoin baru akan dilanjutkan pada tahun 2026. Langkah itu juga terikat syarat khusus, yakni nilai saham STRC harus kembali ke angka par di level $100. Bagi investor kripto, absennya Strategy dari order book jual menghapus sentimen negatif yang menekan harga sejak Mei. Sementara bagi pemegang saham MSTR biasa, perlindungan aset Bitcoin ini menyisakan satu risiko nyata: dilusi kepemilikan yang terus berjalan seiring penerbitan saham baru. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Better dan Coinbase Rilis KPR Beragunan Bitcoin - Harga BTC Anjlok Pun Tak Ada Margin Call
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




