Selama bertahun-tahun, Michael Saylor punya satu mantra yang diulang bak doa: beli Bitcoin, dan jangan pernah jual. Tapi Senin (13 Juli) ini, angka di neraca Strategy (MSTR) menceritakan hal yang berbeda. Perusahaan itu tak lagi membeli Bitcoin sejak 22 Juni - saat terakhir mereka menyerok 520 BTC senilai sekitar $35 juta - menandai pekan ketiga beruntun tanpa pembelian baru. Sebagai gantinya, Strategy justru menimbun kas.
Cadangan dolar AS perusahaan kini digelembungkan menjadi sekitar $3 miliar, naik dari $2,55 miliar sebelumnya, setelah mereka meraup $467 juta dari penerbitan saham biasa pekan lalu. Ini bukan gerakan kecil.
Bantalan Kas Menjelang Kemungkinan Musim Dingin
Timbunan $3 miliar itu setara sekitar 20,4 bulan cakupan untuk membayar dividen saham preferen dan bunga utang tahunan yang mencapai sekitar $1,76 miliar. Artinya, Strategy sedang membangun bantalan agar tetap bisa memenuhi kewajibannya bahkan jika pasar berkepanjangan lesu.
Analis Benchmark-StoneX, Mark Palmer, mencatat perusahaan menambah sekitar 18% cadangan kasnya dalam satu langkah. “Seluruh aktivitas pasar modal perusahaan pekan ini dialihkan untuk memperkuat bantalan kas neraca,” katanya. Lebih mencolok lagi, sejak pembelian BTC terakhirnya Strategy malah sudah meraup sekitar $215 juta dari menjual sebagian Bitcoin - dana yang dialokasikan untuk dividen dan bunga utang. Persis kebalikan dari filosofi Saylor selama ini.
Saham Tertekan, Sinyal yang Disamarkan
Tekanan terlihat di harga saham. MSTR turun 4% di pembukaan dan diperdagangkan sekitar $90,80, sudah anjlok 18% dalam sebulan meski sempat menyentuh titik terendah 28 bulan di $81,81 akhir Juni. Saham preferen andalannya, Stretch (STRC), turun ke $87,04 - masih di bawah nilai par $100 sejak pertengahan Mei, walau menawarkan dividen tahunan 12%.
📌 Baca JugaCZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: ‘AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa’
Total kepemilikan Bitcoin Strategy sendiri masih raksasa: 843.775 BTC bernilai sekitar $53 miliar. Rasio mNAV saham berada di sekitar 1,02, artinya MSTR diperdagangkan hanya sedikit di atas nilai aset bersih perusahaan - memberi ruang lebih untuk pendanaan ekuitas kalau bear market berlanjut. Saylor sendiri memberi isyarat lewat postingan di X pekan lalu: “Orange dots tell only part of the story,” disertai grafik pembelian Bitcoin perusahaan.
Membaca Gerak Diam Saylor
Diamnya Strategy bukan sekadar jeda; ia bisa dibaca sebagai perubahan postur dari agresif menjadi bertahan. Kalau Bitcoin mengikuti siklus empat tahunannya yang historis, titik rendah berikutnya bisa muncul sekitar Oktober 2026 - meski ini masih skenario, bukan ramalan pasti. Yang jelas, ketika pembeli institusi terbesar Bitcoin memilih menumpuk uang tunai ketimbang koin, itu sinyal yang layak dicermati siapa pun yang memegang aset ini.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




