Bertahun-tahun kripto dituding sebagai pelahap listrik yang merusak bumi. Sebuah studi baru dari Cambridge kini menyodorkan angka yang bisa mengubah percakapan itu - setidaknya untuk Ethereum. Cambridge Centre for Alternative Finance memperkirakan Ethereum hanya mengonsumsi sekitar 7,87 gigawatt-jam listrik per tahun.
Ketika disesuaikan dengan nilai pasarnya, jaringan ini memakai sekitar 33 kilowatt-jam per 1 juta dolar nilai - angka terendah kedua di antara seluruh jaringan proof-of-stake yang dinilai, hanya kalah irit dari BNB Chain. Ini menjadi salah satu penilaian paling rinci soal jejak energi Ethereum pasca-Merge.
Satu Pesaing yang Jauh Lebih Rakus
Kontrasnya tajam ketika Solana masuk hitungan. Solana melahap listrik paling banyak di antara jaringan proof-of-stake yang diteliti - sekitar 13,48 gigawatt-jam per tahun. Intensitas energinya mencapai sekitar 283 kilowatt-jam per 1 juta dolar nilai pasar, atau kira-kira 8,5 kali lipat Ethereum. Sebagai gambaran, seluruh jaringan dalam perbandingan itu bersama-sama menghabiskan sekitar 38 gigawatt-jam.
Cambridge mengukur konsumsi listrik langsung dari colokan pada 20 kombinasi perangkat lunak utama Ethereum. Hasilnya, perangkat rumahan tipikal cuma menyedot sekitar 18 watt, sedangkan workstation kelas berat sekitar 153 watt. Dengan campuran node rumahan dan yang dikelola profesional, rata-rata daya per node ditaksir sekitar 105 watt. Cambridge menghitung ada sekitar 8.522 node penuh yang terdeteksi, dengan 64 persen berjalan di fasilitas cloud atau perusahaan.
Warisan dari ‘The Merge’
Sisa emisi Ethereum kini didorong terutama oleh jaringan listrik yang memasok node-nya. Studi ini memperkirakan sekitar 56,4 persen pasokan listriknya berasal dari sumber terbarukan dan nuklir, sisanya 43,6 persen dari bahan bakar fosil. Semua ini tak lepas dari peralihan besar September 2022, saat Ethereum berpindah dari penambangan proof-of-work ke validasi proof-of-stake lewat The Merge - langkah yang saat itu diperkirakan memangkas konsumsi listrik jaringan lebih dari 99,9 persen.
📌 Baca JugaTiga Wallet ‘Baru Lahir’ Sedot 30.000 ETH dari Coinbase Prime dalam Hitungan Jam - Sinyal Apa Ini?
Apa Artinya buat Masa Depan Kripto
Data sekonkret ini memberi para pembuat kebijakan dan investor dasar yang lebih segar untuk membandingkan keberlanjutan antar-blockchain. Di tengah tekanan global soal iklim, jaringan yang bisa membuktikan efisiensi energinya punya keunggulan yang tak hanya soal moral, tapi juga daya tarik bagi institusi yang wajib menjaga citra hijau. Perbandingan Ethereum versus Solana ini menegaskan bahwa di era proof-of-stake, pertarungan blockchain tak lagi cuma soal kecepatan dan biaya - tapi juga soal berapa banyak listrik yang mereka bakar untuk beroperasi.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




