Sebuah dompet Bitcoin yang tak tersentuh sejak 16 Juli 2011 tiba-tiba hidup kembali pada 6 Agustus 2026. Pada pukul 20:14 UTC, melalui block 961331, dompet lawas ini memindahkan 49,97 BTC senilai sekitar $3,2 juta. Perjalanan koin ini melintasi waktu yang panjang. Saat koin ini pertama kali masuk 15 tahun lalu, harga Bitcoin masih diperdagangkan di kisaran $10 per keping. Riset dari Galaxy membenarkan bahwa aset ini terkunci rapat dan tidak disentuh sejak 2011.
Proses pemindahannya meninggalkan jejak teknis yang spesifik. Untuk mengeksekusi transaksi ini, sang pemilik menggabungkan empat input dari alamat yang tertidur panjang itu bersama dua input kecil tambahan dari alamat lain. Hasil gabungan ini mengirim tepat 50 BTC utuh menuju sebuah alamat SegWit baru. Namun, yang menarik perhatian pelacak on-chain bukanlah koinnya, melainkan sejarah dari alamat penerima akhir ini.
Jejak Institusional di Balik Penerima
Data dari platform analitik Arkham mengungkap bahwa alamat SegWit tujuan ini bukan entitas baru yang dibuat sekadar untuk menampung koin lawas. Alamat itu punya rekam jejak berinteraksi dengan institusi. Arkham mencatat alamat ini pernah melakukan pengiriman 6,336 BTC dan 16,131 BTC langsung ke dompet yang sudah dilabeli sebagai alamat deposit milik FalconX, broker kripto institusional besar.
Koneksi alamat ini meluas melampaui FalconX. Catatan on-chain menunjukkan bahwa alamat tujuan ini juga pernah menerima aliran dana dari entitas kripto besar lainnya. Arkham mengidentifikasi adanya dana masuk dari dompet yang mereka labeli sebagai hot wallet platform Nexo, serta dari penyedia layanan kustodian Prime Trust.
Meski tujuannya punya kaitan erat dengan bursa dan layanan pencairan likuiditas, per Jumat pagi seluruh 50 BTC itu masih diam di tempat barunya. Belum ada satu pun bukti on-chain yang menunjukkan koin-koin era 2011 ini sudah dikirim ke bursa untuk dilikuidasi atau dijual bebas ke pasar terbuka. Pemiliknya tampaknya baru sekadar memindahkan aset ke infrastruktur dompet yang lebih modern.
Ketegangan di Tengah Badai Coldcard
Pergerakan dompet tua ini memancing pengawasan ekstra karena waktunya bertepatan dengan gelombang kepanikan pasar. Kebangkitan aset ini terjadi di tengah kekhawatiran pasca eksploitasi celah keamanan Coldcard. Sejak 30 Juli lalu, seorang penyerang sudah menyapu bersih $114 juta dari berbagai dompet yang rentan lewat empat gelombang pencurian berturut-turut. Rangkaian peretasan ini membuat pengamat selalu waspada tiap kali melihat pergerakan dana jutaan dolar yang mendadak aktif.
📌 Baca JugaCanaan Cairkan Sebagian Kripto $130 Juta Demi Beli Saham Sendiri - Waktu Tinggal 180 Hari Sebelum Ditendang Nasdaq
Meski demikian, tidak ada bukti keterkaitan antara pergerakan koin 2011 ini dengan celah eksploitasi Coldcard. Dari sisi teknis, umur dompet asal ini jauh lebih tua, dibuat bertahun-tahun sebelum perangkat keras Coldcard diciptakan dan dirilis ke publik. Bagi komunitas yang sedang waswas, berpindahnya uang $3,2 juta ini kemungkinan besar murni manuver internal pemilik aslinya, bukan korban baru dari para pemburu celah keamanan.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




