Aksi buang barang masif memaksa token NIGHT jatuh 43% menyentuh titik terendah sepanjang masa. Sebanyak 290 juta keping token milik proyek jaringan privasi Midnight ini tumpah ke pasar setelah peretas sukses membobol dan mengurasnya melalui infrastruktur lawas jembatan Wanchain di koridor Binance-Cardano.
Namun di tengah kepanikan para pemegang token, pendiri Cardano Charles Hoskinson punya pandangan berbeda. Ia mengkritik keras narasi media yang hanya menyorot fase kejatuhan harga tanpa melihat arah pemulihan pasca-insiden. Token privasi berbasis Cardano ini ternyata berbalik arah naik nyaris 19% dalam 24 jam pertama dan kembali diperdagangkan di sekitar level $0,022.
“Secara ajaib mereka lupa menyebut reboundnya,” sindir Hoskinson.
Bukan Sekadar Kesialan Hari Senin
Pada awalnya, Hoskinson mencoba meredam suasana dengan menyebut insiden peretasan ini sebagai ‘case of the Mondays’ - ungkapan untuk nasib sial yang biasa terjadi di awal pekan. Tapi di balik nada santainya, ia mengakui ancaman ini jauh lebih serius jika ditarik ke dalam konteks industri yang lebih luas.
Insiden ini kembali membuktikan bahwa jembatan lintas rantai merupakan vektor serangan paling persisten sekaligus paling mahal di ranah kripto. Sejarah mencatat rentetan peretasan jembatan raksasa seperti Ronin, Wormhole, dan Nomad telah membuat ekosistem kehilangan total lebih dari $1,5 miliar. Wanchain kini melengkapi daftar infrastruktur jembatan warisan (legacy bridge) yang jebol menahan serangan.
Ancaman Baru Mesin Cerdas
Hoskinson melihat pola peretasan ini bukan sekadar kelemahan kode Wanchain, melainkan imbas dari tren global yang sedang berevolusi. Ia menunjuk pada lonjakan kerentanan di kernel Linux yang berhubungan langsung dengan penemuan alat eksploitasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Semua perangkat lunak berada di bawah serangan besar,” tegasnya. Ketika mesin cerdas dipekerjakan mencari celah kode, pertahanan statis tak lagi memadai.
Ia membandingkan arsitektur keamanan perangkat lunak saat ini dengan ketahanan sistem imun manusia. “Seperti 90% kebal penyakit mematikan. Kalau cukup sering terpapar, akhirnya kena juga,” tambah Hoskinson. Analogi ini menandakan sekuat apa pun tembok yang dibangun pengembang, serangan bot tanpa henti lambat laun akan menemukan jalan masuk.
📌 Baca JugaMovement Labs Masuk Jurang Pailit Bawa Utang $10 Juta - Tapi Pendiri yang Dipecat Malah Jadi Penagih Terbesar
Pensiunkan Perantara, Beralih ke Kriptografi
Kejadian hilangnya 290 juta token NIGHT ini dinilai Hoskinson sebagai momen yang mendesak pelaku industri untuk “memikirkan ulang keamanan kripto dari awal.” Baginya, masa depan transaksi aset digital tidak bisa lagi bersandar pada arsitektur yang sudah usang.
Kunci keamanan masa depan ada pada sistem zero-knowledge seperti yang sedang dibangun oleh Midnight. Model jaringan ini sengaja dirancang untuk membuang ketergantungan pada operator jembatan manusia dan skema persetujuan ganda (multisig) yang rawan dimanipulasi.
Sebagai gantinya, peran para penjaga pintu itu diganti sepenuhnya oleh bukti kriptografi. Transaksi berjalan dan diverifikasi langsung lewat hitungan matematis, bukan lewat perantara. Malam panjang peretasan ini memang menelan korban jatuhnya harga, tapi bagi kubu Cardano, kelemahan ini membuktikan jembatan konvensional memang harus segera ditinggalkan.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




