Token RUNE milik protokol swap lintas-rantai THORChain melonjak lebih dari 13% ke level $0,67 dari titik terendah lokal $0,59 sesaat setelah berita peretasan Binance meluas. Lonjakan harga ini berlangsung bersamaan dengan temuan on-chain yang menempatkan THORChain di pusaran pemindahan dana hasil peretasan itu.
Peneliti on-chain ZachXBT mengungkap bahwa dana curian dari Binance dialirkan melalui THORChain. Saluran yang sama juga digunakan untuk memindahkan aset dari peretasan bursa Bitget pada September 2026. Seluruh aset curian dari kedua insiden itu dialirkan melewati protokol swap sebelum akhirnya disatukan ke satu alamat penampung di jaringan Ethereum.
Firma analisis TRM Labs dan Chainalysis mengaitkan serangan terhadap Binance dan Bitget dengan kelompok peretas TraderTraitor. Kelompok kejahatan siber ini terkonfirmasi berafiliasi langsung dengan Lazarus Group asal Korea Utara.
Jejak Lama Pencucian Aset Lintas Rantai
Pemanfaatan THORChain sebagai rute pemindahan dana kejahatan bukan peristiwa baru bagi ekosistem kripto. Protokol ini sebelumnya menjadi jalur utama pencucian aset hasil pembobolan bursa Bybit senilai $1,4 miliar pada Februari 2025. Jalur swap lintas-rantai ini juga dipakai untuk memecah aliran dana hasil eksploitasi bursa Bitget sebesar $388 juta.
CEO Bitget Gracy Chen sempat menyerukan agar pihak pengelola THORChain segera memblokir alamat dompet para peretas. Chen menegaskan bahwa prinsip desentralisasi tidak semestinya dijadikan tameng untuk memfasilitasi transaksi ilegal di pasar aset kripto.
Penolakan Blokir dan Ketegangan Komunitas
Pihak manajemen THORChain menolak desakan pemblokiran itu. Mereka berdalih bahwa desain arsitektur protokol sedari awal memang tidak menyediakan fitur untuk menyaring atau memblokir transaksi swap dari alamat perorangan tertentu. Sistem pertukaran dirancang berjalan otomatis tanpa fungsi daftar hitam terpusat.
Ketegangan internal pun merebak di dalam komunitas THORChain akibat sikap netralitas ekstrem itu. Pengembang inti bernama Pluto memutuskan mundur dari proyek, sementara kelompok validator TCB melontarkan ancaman untuk menarik node validasi mereka dari jaringan sebagai bentuk protes atas ketiadaan tindakan mitigasi.
๐ Baca JugaFlare Masuk Daftar 35 Validator Rekomendasi XRPL - Jaga Konsensus Tanpa Imbalan Token
Bagi validator seperti TCB dan pengembang yang bertahan, perselisihan ini bukan lagi sebatas perdebatan teknis kode jaringan. Sikap manajemen yang kukuh mempertahankan ketiadaan fitur penyaring transaksi kini berhadapan langsung dengan kepergian personel inti dan ancaman penyusutan node yang selama ini mengamankan desentralisasi protokol.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Flare Masuk Daftar 35 Validator Rekomendasi XRPL - Jaga Konsensus Tanpa Imbalan Token
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




