Hot wallet milik Triple-A, penyedia infrastruktur pembayaran stablecoin asal Singapura, diduga kehilangan lebih dari $9,7 juta akibat pembobolan. Analis on-chain Specter pertama kali mendeteksi deretan transaksi janggal dari dompet perusahaan ini. Temuan ini ditindaklanjuti oleh PeckShield, perusahaan keamanan blockchain, yang kemudian menyebarkan peringatan itu ke publik.
Estimasi kerugian awal sempat ditaksir pada angka $9,3 juta, namun nilainya direvisi naik melampaui batas $9,7 juta. Berdasarkan pelacakan awal, peretasan ini mengenai dompet Triple-A di empat jaringan utama yakni Ethereum, Solana, TRON, dan TON. Laporan tambahan dari sejumlah sumber menyebut Polygon dan Arbitrum turut terkena imbasnya, membuat sasaran eksploitasi meluas hingga enam blockchain berbeda.
Taktik Pengumpulan ke Satu Titik
Menghadapi perolehan dari enam jaringan, pelaku menggunakan taktik konsolidasi. Mereka langsung menukar berbagai aset lintas rantai blok itu dan memindahkan semua hasilnya ke jaringan Ethereum. Saat peringatan peretasan diumumkan, alamat penerima pelaku dilaporkan telah menampung 5.226,66 keping ETH yang bernilai sekitar $9,7 juta.
Sebagai konteks, Triple-A adalah penyedia berstatus regulasi penuh. Mereka memegang lisensi Major Payment Institution dari otoritas moneter Singapura (MAS) dan wilayah operasinya menjangkau Amerika Serikat serta Eropa. Pada Maret 2026 lalu, mereka baru saja bergabung dengan Circle Payments Network untuk melayani penyelesaian stablecoin langsung ke mata uang lokal.
Untuk keamanan aset digital, Triple-A diketahui menggunakan layanan penyedia infrastruktur Fireblocks. Data saat ini mengkonfirmasi infrastruktur Fireblocks bukan titik masuk peretas dalam pembobolan ini. Insiden ini juga dipastikan sama sekali tidak memiliki hubungan dengan serangan terhadap Across Protocol di jaringan Solana pada 17 Juli minggu yang sama.
Status Layanan yang Belum Jelas
Sampai saat berita ini disusun, pihak Triple-A belum merilis konfirmasi terbuka kepada publik mengenai eksploitasi ini. Tidak ada pernyataan resmi tentang kapan aktivitas mencurigakan ini sebenarnya dimulai atau bagaimana peretas bisa mendapatkan akses ke dalam hot wallet mereka.
📌 Baca JugaHacker Drift Protocol Mulai Cuci $44 Juta Lewat Tornado Cash - Sementara Detektif Utama Kasusnya Memilih Mundur
Satu pertanyaan krusial bagi ekosistem adalah status aset yang dicuri. Belum diketahui apakah dana $9,7 juta itu murni aset operasional milik Triple-A, uang milik pelanggan bisnis mereka, atau dana yang seharusnya mengalir ke penerima pembayaran. Karena Triple-A beroperasi di Amerika Serikat, insiden ini berpotensi memunculkan masalah regulasi dan risiko counterparty, meskipun sejauh ini belum ada bukti kerugian yang dialami langsung oleh pelanggan AS.
Pihak perusahaan juga belum mengumumkan kejelasan status layanan operasional mereka. Tidak diketahui pasti apakah fitur deposit, penarikan dana, maupun transaksi lintas jaringan telah dibekukan sementara atau masih berjalan. Bagi klien bisnis yang menggunakan layanan pembayaran berlisensi ini, jam-jam pertama pasca retasan menjadi masa tunggu tak pasti untuk mengetahui nasib likuiditas mereka.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




