Sebagian besar aset memang sudah pulang, tapi krisis Liquid Network belum beres. Setelah menerima pengembalian 3.400 BTC pada hari Senin dari total 4.000 BTC yang dibobol, Blockstream masih menempuh jalur negosiasi. Mereka berupaya mengamankan kembali sisa 600 BTC, atau setara $47 juta, yang masih berada di tangan peretas.
Pihak Liquid membenarkan bahwa diskusi antara Blockstream dan pembobol jaringan terus berjalan demi memulihkan sisa uang. Namun, pihak pengembang tidak menyebutkan batas waktu penyelesaian untuk negosiasi ini, membiarkan puluhan juta dolar masih berada di bawah kendali pihak luar.
Eksploit Melalui SideSwap
Kronologi peretasan bermula dari celah yang terbuka pada perangkat lunak Elements. Kelemahan di sana memberi celah bagi peretas untuk menciptakan token L-BTC tanpa jaminan. Token kosong ini kemudian mereka pakai untuk menguras tumpukan BTC cadangan yang sah dari dalam jaringan.
Aksi penukaran serta penarikan aset curian itu seluruhnya dieksekusi melalui SideSwap, salah satu anggota Liquid Federation yang menjalankan layanan penarikan. Rentetan transaksi itu membuat angka cadangan utama Liquid langsung menyusut tajam dari 4.205 BTC menjadi hanya 197 BTC sebelum langkah penghentian operasi berhasil dilakukan.
Di luar kerugian Bitcoin, aset berdenominasi lain seperti USDT dan berbagai token bawaan Liquid tidak ikut terpengaruh oleh aksi peretasan. Keamanan kunci privat milik para operator jaringan juga dipastikan tidak kebobolan dan tetap utuh di tempatnya.
Bukan Negosiasi Etis
Proses negosiasi yang berlarut-larut langsung memancing reaksi dari kalangan ahli keamanan. Chief Technology Officer Ledger, Charles Guillemet, terang-terangan meragukan niat pelaku peretasan. Ia menyoroti keganjilan pada pihak yang mengklaim diri sebagai peretas etis tapi masih memegang erat 600 BTC.
Guillemet menegaskan pandangannya lewat satu pernyataan lugas: “White hat masih memegang 600 BTC. Kalau ini negosiasi reward yang sah, ini terlihat lebih seperti pemerasan daripada white-hat hacking!”. Komentarnya mempertegas perbedaan antara skema imbalan pencari bug yang wajar dengan upaya pemerasan di ruang terbuka.
๐ Baca JugaCronos Putar Balik Transaksi $111 Juta - Tapi Peretas Telanjur Bawa Lari $9,19 Juta Sebelum Jaringan Mati
Menunggu Pembaruan Final
Di jalur terpisah, tim teknis Blockstream menyiapkan pembaruan darurat yang masih berada dalam tahap peninjauan. Rencana ini menyusul penambalan cepat pada node penghubung yang sudah mereka rilis pada hari Senin sebelumnya.
Selama pembaruan ini belum final, seluruh fungsi jaringan dipastikan belum kembali beroperasi normal. Setelah perangkat lunak baru itu terpasang ke dalam infrastruktur, para operator jaringan akan mempunyai kemampuan untuk menolak setiap transaksi penarikan yang tidak sah.
Bagi institusi maupun pengguna yang mengandalkan lapis kedua Bitcoin, hilangnya dana puluhan juta dolar ini mendatangkan risiko nyata. Saat aset dalam jumlah masif menjadi sekadar alat tawar tanpa batas waktu perundingan, sistem desentralisasi dituntut memiliki jalur penyelesaian selain meja negosiasi.
Dilansir dari Decrypt.
Sebelumnya: Drama 4.000 BTC Liquid Network: Pelaku Kembalikan $269 Juta, Tapi Sisa $47 Juta Ditahan Tanpa Penjelasan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




