Para pengguna eceran mulai mengemasi aset mereka dan meninggalkan ekosistem Ethereum. Bukti eksodus ini terlihat jelas di media sosial. Angka mention Ethereum di Twitter kini merosot ke kisaran 40.000 per hari. Level ini menyamai titik terendah pada tahun 2020 lalu, jauh sebelum demam ETF dan era institusi dimulai. Sebagai perbandingan, Bitcoin masih rutin mendulang sekitar 130.000 mention setiap hari, membuat jarak perhatian publik terlihat semakin ekstrem antara dua aset kripto utama ini.
Kepergian kelompok retail ini berimbas pada denyut nadi jaringan. Pasar NFT yang dulu menjadi motor penggerak utama bagi masuknya pengguna eceran kini sepi, menambah kesan eksodus yang masif. Akibat merosotnya aktivitas transaksi, pendapatan biaya jaringan Ethereum jatuh ke level terendah dalam siklus saat ini. Bahkan tokoh penting komunitas mulai melepas kepemilikannya. David Hoffman, co-founder Bankless, menjual seluruh ETH pribadinya pada 21 Mei lalu. Hoffman beralasan tesis “ETH sebagai uang” sudah mencapai batas maksimalnya, dan berargumen bahwa harga ETH tidak akan bergerak naik atau turun tajam dari level sekarang.
Harga merespons sentimen ini dengan angka merah. ETH kini diperdagangkan di kisaran $1.800, turun sekitar 42% year-to-date dan anjlok hampir 64% jika diukur dari puncak harganya pada bulan Agustus lalu.
Fokus Membangun Infrastruktur
Di saat retail keluar, korporasi keuangan justru masuk. Entitas seperti BlackRock, JPMorgan, dan Robinhood kini aktif memanfaatkan ekosistem Ethereum. Mereka fokus memakai jaringan ini untuk penyelesaian transaksi melalui Layer 2 serta menerbitkan stablecoin terpusat. Arus modal institusi ini mulai menunjukkan perbaikan. ETF spot Ethereum di Amerika Serikat kembali mencatat arus masuk positif di bulan Juli, membalikkan tren setelah menderita arus keluar yang berat sepanjang kuartal kedua.
Untuk memuluskan adopsi korporat, sebuah lembaga nirlaba bernama “Ethereum Institutional” diluncurkan. Lembaga ini bertugas khusus mendidik kalangan bank, manajer aset, serta perusahaan besar tentang cara mengadopsi Ethereum. Langkah struktural ini juga diikuti yayasan inti. Ethereum Foundation memisahkan “ETH Systems” menjadi entitas pencari laba mandiri. Entitas yang didanai oleh firma perdagangan dan kas treasury ini akan berfokus penuh merakit alat privasi khusus institusi.
Tiga Lapis Harga
Situasi ini melahirkan tiga arah harga yang tidak saling sinkron. Di tingkat komunitas, retail memilih pergi karena memandang narasi sudah usai. Di tingkat institusi, Wall Street melihat harga infrastruktur yang masuk akal lalu mulai membangun sistem.
📌 Baca JugaWallet ICO Ethereum 2014 Pindahkan Aset $3,79 Juta - Tapi Tujuan Uangnya Bukan Bursa Kripto
Di tengah kedua tren itu, harga token di bursa terus jatuh. Uang institusi yang masuk mengalir ke lapisan infrastruktur dan pengembangan Layer 2, bukan dipakai memborong suplai koin ETH. Pola ini menegaskan satu realitas baru: blockchain yang sibuk dipakai institusi tidak selalu menjamin isi dompet investor akan ikut naik.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




