Pejabat White House Patrick Witt menegaskan bahwa pemerintah berjanji penuh untuk meloloskan Clarity Act pada bulan depan. Pernyataan komitmen ini langsung menarik perhatian publik setelah dibagikan oleh @WatcherGuru di X, mengumpulkan 6.174 likes dan 637 retweet dalam hitungan jam. Sesuai agenda yang sudah ditetapkan, pemungutan suara untuk regulasi kripto ini akan berlangsung pada 15 September 2026.
Namun, janji kuat dari pihak eksekutif ini menabrak realitas politik yang berseberangan di dalam Kongres.
Tembok Penghalang Bernama Aset $1,4 Miliar
Sebelum kabar ini muncul, peluang lolosnya Clarity Act pada tahun 2026 diprediksi hanya berada di rentang 17 hingga 25 persen. Mengutip laporan terbaru dari Reuters, rancangan undang-undang ini masih berhadapan dengan peluang yang tipis setelah Senat memutuskan untuk menunda pemungutan suara hingga bulan September. Waktu jeda penundaan ini ternyata dimanfaatkan oleh kubu Demokrat AS untuk memberi sinyal tegas bahwa mereka akan segera menyelidiki bisnis kripto yang terhubung dengan Donald Trump.
Manuver penyelidikan inilah yang menambah ketidakpastian nasib rancangan aturan ini di parlemen. Kepemilikan aset kripto senilai $1,4 miliar oleh Trump kini menjadi batu sandungan utama bagi para senator Demokrat untuk mau memberikan suara persetujuan mereka. Penolakan ini meluas melampaui urusan aset pribadi dan mulai menyentuh strategi pembuatan kebijakan. Laporan dari Politico membeberkan bahwa para politisi Demokrat saat ini bersiap membentengi diri dari rencana regulator Wall Street terkait pengawasan kripto, sebuah manuver balasan yang mereka sebut sebagai tindakan yang “jumping around Congress”.
Aturan Pengganti dari SEC Besok
Sementara proses politik di Kongres masih tertahan, pihak regulator berupaya mengambil jalur lain untuk mengisi kekosongan hukum. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menjadwalkan agenda pemungutan suara untuk mengesahkan aturan kripto permanen pada 14 Agustus besok. Aturan dari SEC ini disiapkan sebagai langkah pengganti regulasi sementara karena pembahasan undang-undang masih terus mandek di tengah sengketa antarfaksi politik.
๐ Baca JugaRusia Buka Pintu Kripto Pertama Kali untuk Publik Umum - Tapi XRP Sengaja Dikunci di Luar
Bagi pelaku pasar kripto, agenda bertumpuk di Washington ini memastikan satu hal: arah regulasi Amerika Serikat belum sepenuhnya final. Keputusan pemungutan suara SEC besok akan menentukan aturan main jangka pendek, namun perdebatan para senator soal aset $1,4 miliar pada 15 September nanti yang akan menjawab apakah Clarity Act benar-benar menjadi undang-undang atau sekadar janji politik yang gagal di tengah jalan.
Dilansir dari @WatcherGuru di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




