Suntikan modal baru senilai $52,5 juta masuk ke kas World Foundation lewat penjualan strategis token WLD. Putaran pendanaan tahap pertama ini dipimpin oleh Pantera Capital, dibarengi partisipasi Bain Capital Crypto, Eightco Holdings, Selini Capital, hingga Susquehanna Crypto. Seluruh token WLD yang diborong para investor ini dikunci selama satu tahun penuh.
Kabar pendanaan ini bukan satu-satunya penyuntik likuiditas bagi proyek verifikasi identitas itu tahun ini.
Kenapa Bukti Identitas Manusia Makin Dibutuhkan
Dana segar $52,5 juta ini disiapkan untuk membiayai ekspansi World ID ke pasar internasional, menargetkan kalangan perusahaan, konsumen awam, hingga agen kecerdasan buatan. Cosmo Jiang, General Partner Pantera Capital, mencatat percepatan perkembangan AI saat ini langsung berimbas pada lonjakan kebutuhan teknologi bukti kemanusiaan atau proof of human.
Bersamaan dengan rampungnya penjualan token, World Foundation merilis World ID 4.0. Versi pembaruan ini dirancang spesifik untuk implementasi skala perusahaan dan mendukung sistem tambahan zero-knowledge proof. Saat ini, sistem identitas World ID sudah terintegrasi dengan platform digital populer seperti Zoom, DocuSign, Okta, Vercel, dan Tinder.
Ekosistem jaringan mereka juga makin membesar. Data menunjukkan lebih dari 39 juta pengguna telah bergabung dengan World Network. Dari jumlah itu, 18 juta orang sudah menyelesaikan verifikasi fisik menggunakan perangkat Orb, dan sistem ini telah memproses lebih dari 475 juta bukti World ID. Meski skalanya meluas, kepemilikan token WLD tidak memberikan hak atas ekuitas di Tools for Humanity selaku pengembang perangkat keras proyek, maupun klaim atas keuntungan perusahaan.
Dominasi Pasokan dan Ganjalan Regulasi Negara
Pemasukan $52,5 juta ini berstatus tahap awal atau first close, dan World Foundation belum memberi kepastian soal rencana putaran pendanaan tambahan. Pendanaan ini menambah tumpukan modal mereka setelah pada Mei 2026 menghimpun $135 juta dari Andreessen Horowitz dan Bain Capital Crypto.
📌 Baca JugaBursa Kripto GRVT Resmi Luncurkan Token Hari Ini, Jatah Airdrop Komunitas Digenjot ke 28%
Di pasar institusional, Worldcoin mulai merambah bursa investasi tradisional. Grayscale belum lama ini mengajukan proposal pembentukan spot Worldcoin ETF dengan kode perdagangan GWLD. Namun, dokumen pendaftaran ETF itu mengungkap satu rincian soal peredaran aset: 100 dompet kripto terbesar saat ini menguasai 90% dari seluruh WLD yang beredar di pasar.
Tantangan yang tak kalah berat datang dari meja pembuat kebijakan. Proyek ini masih menghadapi hambatan regulasi berupa investigasi, sanksi, hingga penangguhan operasi di berbagai yurisdiksi. Deretan negara seperti Spanyol, Kenya, Brasil, Indonesia, Korea Selatan, Hong Kong, dan Filipina tengah menyoroti metode pengumpulan data biometrik warganya.
Bagi pembeli ritel, narasi soal verifikasi identitas di era AI mungkin terdengar menjanjikan, tapi dominasi kepemilikan dompet besar dan benturan regulasi lintas negara menjadi risiko bawaan yang sulit diabaikan. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




