Pendiri BitMEX Arthur Hayes mengumumkan penghentian masa pensiunnya pada 18 Agustus demi mengambil posisi CEO di Flop Labs. Ia kini memimpin entitas yang berfokus membangun infrastruktur blockchain khusus untuk agen kecerdasan buatan. Langkah ini diambil tanpa meninggalkan posisi lamanya; Hayes tetap menjabat sebagai Chief Investment Officer di Maelstrom Fund.
Kabar kembalinya Hayes ke kursi eksekutif ini muncul di tengah hitung mundur penutupan bursa BitMEX. Bursa yang ia dirikan itu dijadwalkan menutup seluruh operasinya pada 23 September 2026.
Ekonomi Bukti Inferensi
Di bawah arahan Hayes, Flop Labs sedang mengembangkan sistem jaringan yang memungkinkan agen AI membayar kebutuhan komputasi, penyimpanan data, dan memori operasi mereka. Pembayaran dalam ekosistem ini akan menggunakan token asli bernama FLOP.
Flop menggunakan mekanisme konsensus baru yang mereka sebut proof of useful inference atau bukti inferensi berguna. Dalam model ekonomi ini, para penambang atau miner memiliki tugas spesifik menyelesaikan berbagai permintaan inferensi AI dari jaringan. Sementara itu, kelompok validator bertugas mengonfirmasi bahwa komputasi itu terkirim dengan benar.
Janji Peluncuran Tanpa Pemodal
Hayes mengumumkan rencana pembagian token atau airdrop skala besar yang dijadwalkan pada kuartal keempat 2026. Pembagian ini akan berlangsung sebelum peluncuran genesis block atau blok pertama Flop Network, yang ditargetkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Flop Labs mengklaim token FLOP akan didistribusikan lewat skema peluncuran yang 100% adil. Mereka menyatakan tidak akan ada sesi penjualan awal atau presale, serta tidak ada porsi alokasi token yang disisihkan untuk pemodal ventura.
๐ Baca JugaPrintr Kantongi Pendanaan $4,5 Juta - Tapi Platform Ini Batal Gelar Airdrop dan Tutup 31 Agustus
Apa yang Belum Terbuka ke Publik?
Meski janji airdrop sudah diumumkan, banyak pilar utama proyek ini yang masih belum tersedia untuk diakses publik. Flop Labs belum mempublikasikan whitepaper teknis, struktur tokenomics lengkap, kontrak pintar resmi jaringan, maupun rincian syarat untuk memenuhi kriteria penerima airdrop.
Tingkat transparansi organisasi juga minim. Flop Labs belum mengungkap susunan tim pengembang lengkap mereka. Mereka belum mengumumkan entitas hukum resmi yang menaungi proyek ini, maupun yurisdiksi negara tempat perusahaan beroperasi.
Mengingat token FLOP belum meluncur dan belum memiliki harga pasar, para pelaku kripto harus waspada. Saat ini belum ada token asli di bursa mana pun, sehingga investor perlu menghindari kemunculan kontrak pintar atau token palsu yang mengaku sebagai FLOP. Bagi para pemburu airdrop, ketiadaan kontrak resmi berarti Anda harus ekstra hati-hati sebelum menyambungkan dompet kripto ke tautan apa pun. Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




