📅 Jumat, 24 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Agen AI Cetak 1,4 Juta Transaksi di XRPL dengan Biaya $280 - Tapi Jaringan Ini Masih Tertinggal 100 Kali Lipat

Agen AI Cetak 1,4 Juta Transaksi di XRPL dengan Biaya $280 - Tapi Jaringan Ini Masih Tertinggal 100 Kali Lipat

Agen AI otonom telah mencatat 1,4 juta transaksi di XRP Ledger (XRPL) dengan total biaya jaringan hanya sekitar $280. Biaya per transaksi di ekosistem ini berkisar di angka $0,0002 atau dua per seratus sen, sebuah nominal yang memungkinkan bot berbelanja dan membayar layanan digital tanpa sedikit pun campur tangan manusia.

Lalu lintas mesin ini berjalan menggunakan x402, protokol terbuka rancangan Coinbase. Protokol ini pada dasarnya menghidupkan kembali kode status HTTP 402 “Payment Required” - peringatan eror sistem internet dari era 1990-an yang belum pernah terpakai di dunia nyata. Berkat pengembangan x402, entitas kecerdasan buatan kini bisa langsung mengirim pembayaran mikro bermodalkan sisipan data di header HTTP. Mereka tidak butuh pembukaan akun bank, nomor kartu kredit, atau izin manusia untuk menyelesaikan transaksi.

Potensi ekonomi bot ini membuat standar x402 segera dilembagakan. Pada 14 Juli, x402 Foundation resmi diluncurkan di bawah asuhan Linux Foundation. Ripple langsung merapat sebagai anggota premier bersama sekitar 40 perusahaan teknologi dan finansial lain, termasuk AWS, Google, Visa, Mastercard, Stripe, Circle, dan tentu saja sang inisiator Coinbase.

Tertinggal 100 Kali Lipat

Keterlibatan nama-nama besar tidak lantas menaruh XRPL di barisan depan. Angka 1,4 juta transaksi AI yang mereka capai nyatanya masih berada di belakang pesaing utamanya dalam perlombaan infrastruktur otonom.

Coinbase Base memimpin pasar ini dengan lebih dari 119 juta pembayaran x402 yang telah diproses. Solana duduk di posisi berikutnya dengan sekitar 35 juta transaksi. Dua jaringan rival ini mengantongi selisih hampir seratus kali lipat melampaui volume agen AI yang berjalan di atas XRPL.

Tim pengembang Ripple sendiri menyadari posisi mereka. “Potensinya memang sudah jelas, tapi perangkat dan standarnya saat itu masih dalam tahap penyusunan,” kata J. Ayo Akinyele, kepala divisi teknik RippleX.

Untuk memangkas jarak itu, Ripple menggenjot ketersediaan alat pengembang. Mereka merilis XRPL AI Starter Kit pada Juni lalu, disusul peluncuran XRPL AI Hub yang dibangun melalui platform t54.ai. Modal teknis XRPL sejatinya memadai untuk menangani volume tinggi: waktu finalisasi 3-5 detik dengan ongkos tetap, ditambah kehadiran fitur bawaan escrow dan multisignature dari lapisan dasar. Transaksi AI di buku besar ini juga mendukung pencairan dalam aset XRP maupun stablecoin RLUSD.

150 Broker Saham AS Bakal Jual Beli Kripto di Layar Lama - Jalan Pintas Menuju Pasar Tokenisasi $4 Triliun📌 Baca Juga150 Broker Saham AS Bakal Jual Beli Kripto di Layar Lama - Jalan Pintas Menuju Pasar Tokenisasi $4 Triliun

Langkah Berikutnya Bukan Sekadar Biaya

Duduknya Ripple satu meja dengan institusi semacam Visa dan Google di x402 Foundation menegaskan tren infrastruktur baru: sistem finansial kelak tidak hanya melayani manusia, tapi juga kode yang bernegosiasi dengan kode.

Bagi XRPL, persoalannya tidak lagi terbatas pada klaim transaksi murah. Pengembang Coinbase Base dan Solana sudah membuktikan bahwa ekosistem siap pakai lebih menarik bagi pembuat bot AI. Teknologi penyelesaian 3-5 detik di XRPL sudah terbukti berfungsi; pekerjaan utamanya sekarang adalah merebut pangsa adopsi mesin otonom yang telanjur nyaman di jaringan kompetitor.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share