📅 Selasa, 21 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Airdrop Grass Network Season 2 Berujung Protes, Operator Node Kecewa Reward Cuma Recehan

Airdrop Grass Network Season 2 Berujung Protes, Operator Node Kecewa Reward Cuma Recehan

Grass Network, protokol yang mengumpulkan data web lewat bandwidth internet menganggur milik penggunanya, resmi membuka jendela klaim reward Season 2 pada 22 Juli 2026 pukul 13.00 waktu AS bagian timur. Alih-alih disambut antusias, pengumuman ini malah memicu gelombang protes dari sebagian operator node yang sudah menjalankan aplikasi Grass selama hampir dua tahun.

Reward Dianggap Recehan Dibanding Klaim Pendapatan

Menurut laporan yang beredar, total pool reward Season 2 cuma sekitar 3 juta dolar AS, dan seluruhnya dibayarkan dalam bentuk stablecoin USDC, bukan token GRASS seperti pada Season 1. Yayasan Grass beralasan langkah ini diambil demi memudahkan proses klaim sekaligus mengurangi risiko regulasi di berbagai yurisdiksi.

Masalahnya, angka itu dianggap tidak sebanding dengan klaim internal bahwa jaringan Grass sudah menghasilkan pendapatan lebih dari 75 juta dolar AS cuma dalam enam bulan terakhir. Sejumlah operator node lama membandingkan langsung dua angka itu di media sosial dan menilai distribusi reward jauh dari kata layak.

Salah satu unggahan yang ramai dibagikan menyebut satu operator dengan lebih dari 1.600 referral dan sekitar 94 juta poin uptime cuma menerima kira-kira 6 dolar AS dalam USDC. Klaim ini belum diverifikasi independen, tapi jadi simbol kekecewaan yang terus berulang di kolom komentar Discord dan X.

Periode Kontribusi Panjang, Ekspektasi Ikut Tinggi

Reward Season 2 sebenarnya menghitung akumulasi poin dari periode yang cukup panjang, yakni Epoch 1 sampai 19, terhitung sejak 14 Oktober 2024 sampai 8 Juni 2026. Artinya, sebagian pengguna sudah menyumbang bandwidth dan menjaga uptime node mereka nyaris dua tahun sebelum akhirnya tahu berapa nominal yang bakal mereka terima.

Beberapa operator node membandingkan skema reward Grass dengan skema mirip piramida, karena merasa nilai kontribusi berupa waktu dan bandwidth yang dikorbankan tidak sepadan dengan hasil yang didapat. Token GRASS sendiri tercatat diperdagangkan di kisaran 0,37 dolar AS dengan kapitalisasi pasar mendekati 90 juta dolar AS menjelang jendela klaim dibuka.

Bursa Kripto GRVT Resmi Luncurkan Token Hari Ini, Jatah Airdrop Komunitas Digenjot ke 28%📌 Baca JugaBursa Kripto GRVT Resmi Luncurkan Token Hari Ini, Jatah Airdrop Komunitas Digenjot ke 28%

Batas Klaim Sampai Awal 2027

Yayasan Grass menegaskan proses klaim cuma bisa dilakukan lewat dashboard resmi dan wallet non-custodial bawaan platform, dengan tenggat waktu sampai 22 Januari 2027 sebelum reward yang tak diklaim hangus permanen. Pengguna juga diminta cuma memverifikasi alokasi lewat halaman resmi, mengingat makin banyak situs pengecek airdrop palsu yang berpotensi jadi sarana phishing.

Kasus Grass jadi pengingat bahwa besarnya klaim pendapatan sebuah proyek kripto tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya reward yang mengalir balik ke komunitas penggunanya. Buat proyek Web3 lain yang masih mengandalkan model insentif serupa, gap ekspektasi seperti ini berisiko jadi bumerang kepercayaan kalau tidak dikelola komunikasinya dengan hati-hati.

Dilansir dari Hokanews.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share