📅 Minggu, 19 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
AS Pukul Brasil dengan Tarif 25% Demi Visa - Ironinya Dolar Justru Rajai 90% Kripto Lokal

AS Pukul Brasil dengan Tarif 25% Demi Visa - Ironinya Dolar Justru Rajai 90% Kripto Lokal

📚 Istilah di Artikel Ini:

Pemerintah Amerika Serikat telah mengumumkan kebijakan tarif impor sebesar 25% terhadap barang-barang asal Brasil yang akan berlaku efektif mulai 22 Juli 2026. Keputusan ini dieksekusi menggunakan wewenang perdagangan Section 301 dan bukan sekadar manuver biasa. Langkah agresif Washington secara spesifik menargetkan Pix, sistem pembayaran instan milik bank sentral Brasil. Pihak AS menuduh bahwa inovasi pembayaran digital lokal tersebut merugikan raksasa pembayaran asal Amerika, khususnya entitas seperti Visa dan Mastercard.

Dilema Kekuatan Pix dan Ironi Dominasi Stablecoin USD

Sulit untuk menyangkal seberapa masif adopsi sistem Pix di tengah masyarakat negara tersebut. Sistem pembayaran instan ini telah digunakan secara aktif oleh lebih dari 90% populasi dewasa di seluruh Brasil. Untuk memberikan gambaran skalanya, pada bulan Juni 2026 saja, jaringan Pix berhasil memproses angka yang mencengangkan, yakni hampir 7 miliar transaksi dengan nilai mencapai 3 triliun reais atau sekitar $590 miliar. Lonjakan adopsi fenomenal inilah yang mengambil porsi pasar perusahaan AS dan memicu reaksi tarif impor dari pemerintah Washington.

Namun di balik perang sistem pembayaran ini, terdapat realitas yang sangat ironis. Meskipun AS menyerang sistem finansial Brasil, permintaan masyarakat lokal terhadap dolar AS tetap berada pada tingkat yang sangat tinggi. Hal ini tercermin nyata di sektor aset digital, di mana stablecoin berpatokan USD mendominasi secara mutlak dengan menguasai 90% volume transaksi kripto bulanan setempat. Fakta ini menunjukkan bahwa warga Brasil tetap sangat bergantung pada aset kripto berbasis dolar untuk transaksi mereka.

Langkah Pertahanan Lewat Resolusi 561 dan Proyek Drex

Menghadapi paradoks tingginya dominasi stablecoin dolar dari luar, bank sentral Brasil mengambil langkah proaktif untuk membatasi ruang geraknya. Mereka berupaya mengendalikan peredaran ini melalui Resolusi 561 yang akan mulai berlaku efektif pada 1 Oktober 2026. Regulasi ketat ini secara tegas melarang perusahaan pembayaran untuk menyelesaikan transaksi lintas batas menggunakan stablecoin, sebagai intervensi untuk memastikan stabilitas sistem keuangan mereka tidak dikendalikan oleh instrumen asing.

Situasi ketegangan ini akan membawa dampak panjang bagi peta jalan ekonomi digital Brasil. Tekanan tarif dari AS ini diperkirakan akan mempercepat regulasi aset kripto secara keseluruhan. Lebih jauh lagi, manuver ini diyakini akan mendorong percepatan pengembangan sistem penyelesaian tokenized milik Brasil sendiri yang bernama Drex, sebagai infrastruktur alternatif di masa depan.

SWIFT Gandeng 17 Bank Bangun Blockchain Sendiri - Sengaja Blokir Stablecoin📌 Baca JugaSWIFT Gandeng 17 Bank Bangun Blockchain Sendiri - Sengaja Blokir Stablecoin

Dilansir dari CoinDesk.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share