Sementara bursa demi bursa di Eropa buru-buru membuang USDT dari platform mereka, OKX memilih arah berbeda: membuka pintu darurat. OKX Europe kini mengoperasikan jalur konversi khusus di 30 negara Uni Eropa dan Kawasan Ekonomi Eropa (EEA) yang memungkinkan nasabah mendeposit USDT lalu menukarnya menjadi USDC - stablecoin terbitan Circle yang sudah mengantongi restu regulasi MiCA. Sebagai pemanis, OKX menawarkan bonus deposit 8% bagi nasabah yang memindahkan dananya.
Tapi jalur ini punya satu syarat penting: hanya berjalan satu arah. Nasabah bisa memasukkan USDT dan mengubahnya ke USDC, namun tidak bisa menukar balik USDC ke USDT lewat fitur yang sama. Menurut pengumuman resmi OKX, nasabah yang memenuhi syarat cukup mengirim USDT ke akun OKX Europe sebelum melakukan konversi. Berbeda dari sejumlah platform lain yang mengonversi otomatis, OKX menekankan bahwa nasabahnya bebas memilih kapan mau menekan tombol tukar.
Kenapa USDT Seakan ‘Diusir’ dari Eropa
Akar persoalannya ada di MiCA (Markets in Crypto-Assets), kerangka regulasi kripto Uni Eropa. Sejak masa transisi final aturan ini berakhir pada 1 Juli 2026, bursa-bursa di Eropa ramai-ramai membatasi deposit USDT, menghapus pasangan tradingnya, dan mengarahkan nasabah ke alternatif yang sudah disetujui. Alasannya sederhana: Tether, penerbit USDT, belum mengantongi otorisasi MiCA. USDC milik Circle menjadi salah satu penampung utama arus perpindahan ini karena sudah beroperasi di bawah kerangka regulasi UE. OKX Europe sendiri melayani nasabahnya dengan lisensi MiCA di 30 negara UE dan EEA.
Tether Menolak Tunduk, Revolut dan Binance Ikut Terguncang
CEO Tether, Paolo Ardoino, berkali-kali membela keputusan perusahaan untuk tidak mengajukan otorisasi MiCA. Ia berargumen bahwa aturan cadangan dalam MiCA - yang mewajibkan penerbit menyimpan sebagian cadangannya di lembaga kredit Eropa - justru bisa menambah risiko bagi penerbit stablecoin. Ardoino bahkan pernah menyebut aturan itu ‘very dangerous’, sambil mengakui bahwa penolakan tersebut berkonsekuensi mengurangi ketersediaan USDT di bursa Eropa. Pada Juli 2025, ia menulis di X bahwa Tether baru akan mempertimbangkan pengajuan lagi ‘ketika MiCA jadi lebih aman bagi konsumen dan penerbit stablecoin’.
Efek dominonya terasa luas. Revolut mengumumkan bakal berhenti mendukung USDT bagi nasabah di EEA dan Swiss; para nasabah punya waktu sampai 31 Agustus untuk menjual atau menarik saldo sebelum Revolut otomatis mengonversi sisa token ke mata uang dasar masing-masing. Binance pun terpukul: raksasa bursa itu menarik aplikasi lisensi MiCA-nya di Yunani setelah gagal mendapat persetujuan, lalu mulai menghentikan sejumlah layanan di beberapa negara UE begitu masa transisi 18 bulan berakhir.
📌 Baca JugaBank Sentral Eropa Ketakutan Stablecoin $300 Miliar Kuras Simpanan Nasabah - Ini Senjata Balasannya
Yang Sebenarnya Sedang Diperebutkan
Mundurnya para pemain besar meninggalkan celah, dan celah itulah yang kini diperebutkan. Coinbase, OKX, dan bursa-bursa berlisensi MiCA lainnya bersaing menampung nasabah Eropa yang berpindah dari platform tak berlisensi. Bonus 8% dan jalur konversi mulus dari OKX bukan sekadar layanan teknis - itu bagian dari perebutan pangsa pasar di benua tempat aturan main baru saja berubah drastis. Bagi pemegang USDT di Eropa, pesannya cukup jelas: era stablecoin lama di sana sedang ditutup, dan pintu-pintu baru mulai dibuka oleh mereka yang siap memainkan aturan MiCA.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




