Ratusan pengguna X mendadak mendapati kotak masuk mereka dipenuhi email reset password beruntun. Rentetan pesan yang tidak diminta ini memicu kekhawatiran soal adanya upaya pengambilalihan akun.
Tim keamanan platform segera merespons keluhan pengguna. Mridul Singhai dari X Product Engineering pada Selasa memastikan sistem internal tetap utuh dan belum ada indikasi kompromi. Rentetan permintaan ini muncul lantaran X memperbolehkan siapa saja memulai proses pemulihan hanya dengan mengetikkan username publik, lalu sistem merespons dengan mengirim kode ke kontak terdaftar.
Kenapa Akun X Tiba-Tiba Diincar?
Singhai menduga motif uang berada di balik gelombang permintaan reset massal ini. Penyerang diperkirakan mengincar akses ke X Money, fitur yang membuat kendali atas sebuah akun bernilai jauh lebih tinggi.
Layanan perbankan X Money baru saja berekspansi ke pelanggan Premium dan Premium+ di Amerika Serikat. Fasilitasnya mencakup rekening simpanan, transfer seketika, dan kartu debit berlogo Visa. Daya tarik utamanya terletak pada tawaran imbal hasil simpanan yang mencapai 6% per tahun.
Kerja sama dengan Cross River Bank menopang infrastruktur layanan keuangan platform. Simpanan pengguna mendapat pelindungan asuransi FDIC hingga $250.000, dengan plafon yang bisa menembus $10 juta lewat program cash sweep.
Nilai komersial akun juga akan segera bertambah seiring perombakan sistem hadiah kreator. X kini menjajaki stablecoin seperti USDC sebagai opsi pembayaran kreator, yang dijadwalkan mengganti program Revenue Sharing mulai 8 September mendatang.
Mencegah Akun Berpindah Tangan
Meski server pusat tak tertembus, keamanan di tingkat akhir tetap bertumpu pada pemilik akun. Pengguna sangat dianjurkan menyalakan two-factor authentication. Langkah pelindung tambahan yang disarankan adalah mengaktifkan Password Reset Protection, fitur yang mewajibkan input informasi tambahan sebelum kode dikirim.
๐ Baca JugaMalware Windows Menyamar Jadi Claude Gratis - Kuras 50 Dompet Kripto dan Hapus Jejak Sendiri
Masa berlaku setiap kode reset yang mendarat di email dibatasi 60 menit. Begitu proses penggantian kata sandi rampung, sistem keamanan akan mengeluarkan akun dari semua sesi yang masih aktif di berbagai perangkat.
Pengguna diimbau mengenali ciri komunikasi resmi. Pesan email keamanan yang sah hanya menggunakan domain @x.com atau @e.x.com. Pesan dari sistem tidak pernah memuat file lampiran dan tidak akan meminta pengguna menyerahkan kata sandi mereka.
Realitas barunya jelas: saat platform media sosial beralih fungsi menjadi rekening bank, incaran penyerang juga langsung bergeser mengikuti arus uang.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cronos Menyala Lagi Lewat Rollback Paksa - Namun $6 Juta Terlanjur Lolos ke Ethereum
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




