๐Ÿ“… Rabu, 2 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Gadis AS Ini Kuras $5 Juta Berkedok Tim Support Kripto - Bukannya Sembunyi, Dia Menelpon Korban untuk Mengejek

Gadis AS Ini Kuras $5 Juta Berkedok Tim Support Kripto - Bukannya Sembunyi, Dia Menelpon Korban untuk Mengejek

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Investigator on-chain kawakan dengan lebih dari satu juta pengikut, Zachxbt, kembali membongkar kedok pelaku di balik kejahatan kripto bernilai jutaan dolar. Bidikannya jatuh pada Tiffany Milanovich, perempuan yang menjalankan operasi penipuan dari Amerika Serikat. Total curian yang dikaitkan dengan aktivitasnya menyentuh angka $5 juta. Modus utamanya adalah menyamar sebagai staf dukungan pelanggan, membidik para pengguna dompet perangkat keras maupun bursa kripto terpusat yang sedang menghadapi kendala teknis.

Begitu korban merasa yakin sedang berkomunikasi dengan tim bantuan resmi, Tiffany mulai memainkan trik rekayasa sosialnya. Dia menuntun pengguna yang sedang bingung tahap demi tahap hingga mereka menyerahkan akses penuh ke aset digital. Setelah kendali berpindah tangan, seluruh saldo di dalam dompet langsung ditarik habis. Kehilangan dana dalam hitungan menit tentu menyakitkan bagi korban, tetapi pelaku mendorong aksinya selangkah lebih jauh.

Mengejek Korban Lewat Telepon

Menurut bukti yang disajikan Zachxbt, Tiffany tidak puas hanya mengambil koin. Dia terekam sengaja menelepon para korban persis setelah pencurian selesai. Lewat panggilan suara itu, dia murni berniat menghina dan menertawakan kepanikan orang yang baru kehilangan uangnya. Tidak ada upaya memanipulasi identitas suara, sebuah tanda bahwa pelaku merasa kebal dari pelacakan aparat hukum.

Dana $5 juta dari operasi kotor itu juga tidak dicuci lewat metode rumit. Tiffany membelanjakan uang curiannya untuk membeli barang mewah. Dia kemudian memamerkan deretan belanjaan mahal ini ke publik melalui akun media sosial pribadinya. Kebiasaan pamer harta inilah yang akhirnya meninggalkan jejak digital penting, memudahkan komunitas pelacak menyambungkan identitas dunia nyatanya dengan jejak transaksi di jaringan blockchain.

Satu Aturan Keamanan Terakhir

Kasus peretasan ini membuktikan bahwa mata rantai terlemah dalam aset digital adalah pemiliknya sendiri. Sistem enkripsi jaringan memang kuat, namun menipu manusia jauh lebih gampang dan murah ketimbang membongkar kode komputer. Bagi siapa pun yang memegang kripto di bursa atau dompet fisik, panduannya kini cuma satu. Tidak ada staf bantuan resmi yang akan meminta kata sandi, frasa pemulihan, atau menuntun Anda memindahkan aset dengan alasan perbaikan. Saat mendengar permintaan semacam itu, letakkan telepon Anda.

Kripto Teroris Berbalik Arah - Terima USDT dari Suriah untuk Beli Ekskavator, 4 Pria Uzbekistan Ditangkap di Korea๐Ÿ“Œ Baca JugaKripto Teroris Berbalik Arah - Terima USDT dari Suriah untuk Beli Ekskavator, 4 Pria Uzbekistan Ditangkap di Korea

Dilansir dari @zachxbt di X.

Baca juga: Celah Cosmos EVM Kuras $5,72 Juta dari 6 Jaringan - MANTRA Paling Telak Meski Patch Sudah Rilis 20 Jam Sebelumnya


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share