Investigator on-chain kawakan dengan lebih dari satu juta pengikut, Zachxbt, kembali membongkar kedok pelaku di balik kejahatan kripto bernilai jutaan dolar. Bidikannya jatuh pada Tiffany Milanovich, perempuan yang menjalankan operasi penipuan dari Amerika Serikat. Total curian yang dikaitkan dengan aktivitasnya menyentuh angka $5 juta. Modus utamanya adalah menyamar sebagai staf dukungan pelanggan, membidik para pengguna dompet perangkat keras maupun bursa kripto terpusat yang sedang menghadapi kendala teknis.
Begitu korban merasa yakin sedang berkomunikasi dengan tim bantuan resmi, Tiffany mulai memainkan trik rekayasa sosialnya. Dia menuntun pengguna yang sedang bingung tahap demi tahap hingga mereka menyerahkan akses penuh ke aset digital. Setelah kendali berpindah tangan, seluruh saldo di dalam dompet langsung ditarik habis. Kehilangan dana dalam hitungan menit tentu menyakitkan bagi korban, tetapi pelaku mendorong aksinya selangkah lebih jauh.
Mengejek Korban Lewat Telepon
Menurut bukti yang disajikan Zachxbt, Tiffany tidak puas hanya mengambil koin. Dia terekam sengaja menelepon para korban persis setelah pencurian selesai. Lewat panggilan suara itu, dia murni berniat menghina dan menertawakan kepanikan orang yang baru kehilangan uangnya. Tidak ada upaya memanipulasi identitas suara, sebuah tanda bahwa pelaku merasa kebal dari pelacakan aparat hukum.
Dana $5 juta dari operasi kotor itu juga tidak dicuci lewat metode rumit. Tiffany membelanjakan uang curiannya untuk membeli barang mewah. Dia kemudian memamerkan deretan belanjaan mahal ini ke publik melalui akun media sosial pribadinya. Kebiasaan pamer harta inilah yang akhirnya meninggalkan jejak digital penting, memudahkan komunitas pelacak menyambungkan identitas dunia nyatanya dengan jejak transaksi di jaringan blockchain.
Satu Aturan Keamanan Terakhir
Kasus peretasan ini membuktikan bahwa mata rantai terlemah dalam aset digital adalah pemiliknya sendiri. Sistem enkripsi jaringan memang kuat, namun menipu manusia jauh lebih gampang dan murah ketimbang membongkar kode komputer. Bagi siapa pun yang memegang kripto di bursa atau dompet fisik, panduannya kini cuma satu. Tidak ada staf bantuan resmi yang akan meminta kata sandi, frasa pemulihan, atau menuntun Anda memindahkan aset dengan alasan perbaikan. Saat mendengar permintaan semacam itu, letakkan telepon Anda.
๐ Baca JugaKripto Teroris Berbalik Arah - Terima USDT dari Suriah untuk Beli Ekskavator, 4 Pria Uzbekistan Ditangkap di Korea
Dilansir dari @zachxbt di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




