๐Ÿ“… Rabu, 2 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Malware Windows Menyamar Jadi Claude Gratis - Kuras 50 Dompet Kripto dan Hapus Jejak Sendiri

Malware Windows Menyamar Jadi Claude Gratis - Kuras 50 Dompet Kripto dan Hapus Jejak Sendiri

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Sebuah file unduhan berukuran 101 MB masuk ke sistem Windows dan mengincar lebih dari 50 jenis dompet kripto, 12 pengelola kata sandi, serta data peramban. File ini menyamar sebagai aplikasi “Claude Opus 5 Free Desktop”, membawa malware RevStealer yang menguras data lalu menghapus dirinya sendiri dari komputer korban.

Firma keamanan siber Morphisec mengungkap temuan itu dalam laporan tertanggal 31 Agustus 2026. Awalnya, pelaku menyebarkan malware lewat repositori GitHub dan situs web penyedia program curang permainan video. Mereka belakangan mengubah taktik pemasaran dan meminjam merek Anthropic untuk memikat korban baru.

Satu Kali Operasi Tanpa Jejak

Begitu korban menjalankan aplikasi Electron 64-bit itu, layar Windows tidak menampilkan jendela antarmuka apa pun. RevStealer langsung menyiapkan muatan yang dienkripsi dengan metode AES-256-CBC di latar belakang. Malware ini tidak membuat tugas terjadwal (scheduled task) untuk bercokol lama di sistem. Programnya beroperasi satu kali saja: mengumpulkan data, mengirimnya ke operator, lalu menghancurkan diri sendiri agar luput dari deteksi program antivirus.

Daftar target rampasan RevStealer mencakup Windows Credential Manager, konfigurasi jaringan VPN privat, data aplikasi pesan instan, hingga rekaman layar aktivitas korban. Pelaku juga mengambil cookie sesi peramban. Berbekal data cookie itu, peretas sanggup menerobos masuk ke akun pengguna meskipun sudah dipasangi perlindungan autentikasi multi-faktor.

Cadangan Server di Jaringan Polygon

Kelompok peretas ini menempatkan cadangan server command-and-control di dalam kontrak pintar blockchain Polygon. Infrastruktur ini memungkinkan mereka mengganti alamat server utama kapan saja, tanpa perlu menyebarkan ulang salinan malware baru ke calon korban.

RevStealer membentengi operasinya dengan sepuluh tahap pemeriksaan berbobot untuk membedakan komputer korban dari mesin virtual milik peneliti keamanan. Malware mengidentifikasi ketersediaan RAM minimal 2 GB, CPU dua inti, serta kartu grafis fisik. Program jahat ini juga memunculkan jendela CAPTCHA dan menjalankan uji waktu pada debugger JavaScript. “Setiap tahapannya dirancang dengan asumsi bahwa ada yang sedang mengawasi,” kata peneliti Morphisec, Shmuel Uzan.

Celah Lenovo ID Bikin 5.000 Akun Dropbox Terbuka 18 Hari - Tak Butuh Password atau Kotak Masuk๐Ÿ“Œ Baca JugaCelah Lenovo ID Bikin 5.000 Akun Dropbox Terbuka 18 Hari - Tak Butuh Password atau Kotak Masuk

Operasi pencurian data otomatis batal dan malware mematikan diri jika sistem operasi terbaca menggunakan bahasa Rusia, Ukraina, atau sejumlah bahasa Asia Tengah. Pengecualian bahasa semacam itu sering jadi cara peretas untuk menghindari penangkapan otoritas keamanan di negara asalnya.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Hacker Kuras Hampir Seluruh TVL Aquifer Solana - Diberi Waktu Tiga Hari untuk Ambil 20%


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share