📅 Minggu, 26 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Bank Terbesar Rusia Siapkan Infrastruktur Trading Kripto - Patok Syarat Likuiditas $64 Miliar

Bank Terbesar Rusia Siapkan Infrastruktur Trading Kripto - Patok Syarat Likuiditas $64 Miliar

Sberbank, bank terbesar Rusia, bersiap meluncurkan infrastruktur trading kripto dan depository digital pada 1 Desember 2026. Langkah ini langsung menempatkan institusi keuangan sentral negara itu ke dalam pasar aset digital, menyusul pengesahan undang-undang baru dari Federasi Rusia yang melegalkan perdagangan kripto melalui pihak perantara resmi.

Lewat depository digital baru ini, Sberbank akan mencatat semua kepemilikan kripto nasabah dan memproses mayoritas transaksi di luar jaringan blockchain utama. Bank ini juga akan mengambil alih peran pengelolaan dompet aktif klien untuk menampung deposit, mengeksekusi penarikan, hingga menjalankan transfer dana sesuai permintaan pengguna.

Filter Likuiditas dari Bank Sentral

Kerangka regulasi kripto Rusia resmi berlaku mulai 1 September 2026, meski aturan yang memaksa seluruh transaksi harus lewat perantara berlisensi baru berlaku efektif pada Juli 2027. Aturan payung ini menetapkan bahwa aktivitas jual beli kripto kini sah dijalankan oleh broker, bursa, manajer aset, dan depository yang memiliki izin dari negara.

Namun, bursa publik Rusia tidak akan memajang sembarang koin. Bank Rusia membatasi perdagangan hanya untuk aset digital yang lolos uji likuiditas tinggi: kapitalisasi pasar rata-rata wajib berada di atas 5 triliun rubel atau setara $64 miliar, ditambah volume transaksi harian menyentuh angka 1 triliun rubel atau $12,8 miliar selama dua tahun penuh. Syarat ketat ini praktis membersihkan bursa dari altcoin kecil dan hanya menyisakan pemain mayor di pasar.

Porsi Berbeda untuk Investor Ritel

Bagi kelompok investor berkualifikasi, Bank Rusia memberikan kelonggaran akses ke jenis aset digital yang lebih luas. Otoritas moneter ini sudah mengizinkan investor kelas atas membeli produk keuangan terkait kripto pada 2025. Sberbank sendiri telah mencuri start dengan menjual obligasi terstruktur berbasis Bitcoin kepada nasabah premium mereka sejak tahun lalu.

Charles Schwab Desak Senat Sahkan CLARITY Act - Tapi Tim Trump Malah Pindahkan Token TRUMP Senilai $16,9 Juta📌 Baca JugaCharles Schwab Desak Senat Sahkan CLARITY Act - Tapi Tim Trump Malah Pindahkan Token TRUMP Senilai $16,9 Juta

Nasib berbeda dialami investor ritel. Bank sentral mengusulkan batas maksimal pembelian langsung hanya sebesar 300.000 rubel per perantara dalam satu tahun bagi kelompok ritel. Di luar urusan batasan investasi, pemerintah Rusia tetap mempertahankan satu garis merah yang tidak boleh dilewati: pembayaran barang dan jasa menggunakan kripto di dalam negeri tetap berstatus ilegal.

Adopsi Terkontrol Penuh

Masuknya Sberbank membuktikan bahwa Moskow bersedia membuka ruang bagi industri kripto, asalkan seluruh aktivitas mengalir lewat infrastruktur yang diawasi negara. Rusia mengejar volume dan likuiditas aset digital, tanpa membiarkannya bersaing dengan rubel sebagai alat pembayaran di tingkat jalanan.

Dilansir dari CoinDesk.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share