Bitcoin baru saja melonjak 23,2% dalam tujuh hari, menyapu bersih lebih dari $4 miliar posisi short di pasar. Berdasarkan catatan likuidasi CoinGlass, batas $67.000 menjadi titik pemicu tekanan beli agresif ini. Tapi di balik rentetan likuidasi itu, ada narasi yang lebih besar sedang dimainkan. Reli ini terjadi persis saat emas juga merangkak naik sementara nilai dolar AS justru merosot.
Berbagi Ruang Pelindung Nilai
Kondisi tiga arah ini menghidupkan kembali “debasement trade” - strategi memburu aset langka untuk berlindung dari inflasi dan pelemahan daya beli uang fiat. Lacie Zhang dari Bitget Wallet menyoroti bahwa naiknya Bitcoin dan emas bersamaan dengan melemahnya dolar dan tingginya imbal hasil obligasi mencerminkan perubahan sentimen di meja institusional.
Bitcoin kini kian tebal berbagi ruang narasi dengan emas. Keduanya diposisikan sebagai tameng digital terhadap penurunan struktural nilai mata uang kertas.
Apakah Tren Ini Permanen?
Jake Kennis dari Nansen sepakat bahwa pergerakan sejajar Bitcoin dan emas di tengah dolar yang loyo memang selaras dengan kekhawatiran atas kredibilitas fiskal. Meski demikian, ia menegaskan bukti yang ada saat ini belum cukup konklusif.
Untuk mengonfirmasi bahwa pasar benar-benar menjalankan pertaruhan kredibilitas fiskal sejati, daftarnya cukup panjang. Kenaikan Bitcoin dan emas harus terbukti berkelanjutan, dolar wajib terus melemah, premi risiko jangka panjang naik, Treasury jangka panjang berkinerja buruk, dan ekspektasi inflasi lebih tinggi. Zhang ikut mengingatkan bahwa tanpa syarat ini terpenuhi, reli harga bisa jadi sebatas manuver penempatan posisi jangka pendek alih-alih pergeseran modal permanen dari dolar.
๐ Baca JugaAS Putus Jalur Keuangan Iran Lewat ‘D-Day Ekonomi’ - Tapi Kripto Justru Bersiap Panen dari Pelarian Modal
Dorongan Tambahan dari Washington
Di luar hitung-hitungan pasar, sentimen ini disiram dorongan positif dari panggung politik Amerika Serikat. Donald Trump diketahui mendesak Kongres meloloskan versi adil dari regulasi Clarity Act. Mengantisipasi kebuntuan, Ketua CFTC Michael Selig bahkan mengaku sudah menyiapkan kerangka aturan struktur pasar kripto jika legislasi di kongres memakan waktu terlalu lama.
Gabungan antara janji kejelasan aturan dan narasi makro ini memberi angin segar bagi Bitcoin. Bagi pemegang aset, fase ini menjadi ujian pembuktian - melihat seberapa kuat harga bisa bertahan kalau dolar nanti memutuskan melawan balik.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




