๐Ÿ“… Selasa, 25 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
AS Putus Akses Kripto Iran Lewat Operasi Baru - Bursa Asing yang Berani Membantu Bakal Diisolasi

AS Putus Akses Kripto Iran Lewat Operasi Baru - Bursa Asing yang Berani Membantu Bakal Diisolasi

Departemen Keuangan AS baru saja mengaktifkan Operation Economic Outcast atas perintah Presiden Trump. Kampanye sanksi ini bertujuan memutus jalur keuangan global Iran, dengan kripto masuk dalam daftar target utama. Pejabat AS menuding negara itu memakai aset digital untuk menghindari sanksi dan mendanai Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Lewat operasi baru ini, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) mendapat wewenang penuh menjatuhkan sanksi kepada pihak manapun yang beroperasi di sektor kripto Iran, tanpa memandang lokasi geografis. Sasarannya mencakup perusahaan, perantara, saluran pembayaran, hingga fasilitator yang membantu Tehran menjual minyak dan memindahkan uang.

Bukti Transfer Jutaan Dolar ke Tangan IRGC

Gelombang sanksi terbaru pada 7 Agustus 2026 langsung memukul entitas kripto lokal Shelbit dan Aban Tether, beserta seorang warga Iran bernama Siavash Kayvanpour. Penelusuran aparat menemukan alamat dompet yang terafiliasi dengan IRGC telah mengirim lebih dari $1 juta ke Shelbit. Sebaliknya, dompet milik Shelbit tercatat mentransfer dana di atas $2 juta ke alamat yang dikontrol kelompok bersenjata itu.

Jejak serupa ditemukan pada Kayvanpour. Dompet miliknya terdeteksi mengirim lebih dari $2 juta ke Nobitex, bursa kripto terbesar di negara itu. Sementara itu, Aban Tether dituduh memproses pencairan dana dari Nobitex, Wallex, Bitpin, dan Ramzinex - empat bursa lokal yang sudah lebih dulu dijatuhi sanksi pada Juni lalu.

Jaring Penindakan di Atas Jaringan Tron

Meski baru diumumkan sebagai kampanye besar, pengetatan akses kripto Iran sudah berjalan keras sejak pertengahan tahun. Pada Juli 2026, AS sukses membekukan koin USDT senilai $131 juta yang tersebar di empat dompet Tron milik bank sentral Iran.

Korea Selatan Kebut UU Kripto Fase Dua Musim Gugur Ini - Hak Cetak Stablecoin Won Jadi Rebutan๐Ÿ“Œ Baca JugaKorea Selatan Kebut UU Kripto Fase Dua Musim Gugur Ini - Hak Cetak Stablecoin Won Jadi Rebutan

Tiga bulan sebelumnya pada April, sekitar $344 juta USDT di dua alamat Tron terkait jaringan pencucian uang Iran juga ditahan. Penegakan aturan ini dilakukan langsung oleh pihak Tether melalui instrumen kontrol di dalam kontrak cerdas stablecoin mereka.

Aturan Main Baru bagi Industri Global

Kripto tentu bukan satu-satunya sektor yang dibidik. Operasi ini ikut menyasar industri teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran angkutan laut. “Tujuan kami adalah memutus setiap jalur ekonomi yang menopang rezim tiranis ini sampai Tehran berdiri sendiri,” kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Manuver Washington membawa konsekuensi serius bagi pelaku industri kripto di luar AS. Perusahaan asing yang nekat mempertahankan bisnis dengan klien Iran kini menanggung risiko diisolasi sepenuhnya dari sistem keuangan Amerika. Bagi pengelola bursa global, kustodian, penerbit stablecoin, dan penyedia layanan pembayaran, mereka harus segera memperbarui sistem penyaringan dompet serta prosedur pemeriksaan nasabah kalau tidak mau ikut tersapu jaring OFAC. Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share