Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan menahan suku bunga acuan pada rentang 3,75% hingga 4,00% lewat pemungutan suara 10-2 pada Rabu (28/10/2026). Bank sentral Amerika Serikat menegaskan bahwa inflasi masih tinggi dan memerlukan data tambahan untuk memastikan laju harga kembali ke target 2%. Tekanan inflasi tahunan per September berada di level 3,7%, terdorong lonjakan harga bensin yang mencapai 9,1%.
Pernyataan resmi The Fed sekaligus memperbarui penilaian terhadap laju ekonomi AS, menaikkan status dari “kecepatan solid” pada September menjadi “kecepatan kuat” (strong pace) pada Oktober. Pembaruan ini menunjukkan aktivitas ekonomi tetap berjalan cepat kendati suku bunga bertahan di level ketat. Namun kesepakatan di meja rapat The Fed tidak sepenuhnya bulat.
Dua Pejabat Menuntut Kenaikan 25 Poin
Dua pejabat The Fed mengambil langkah berbeda dengan menyatakan penolakan atau dissent terhadap hasil akhir pemungutan suara. Gubernur Lisa Cook dan Presiden Fed Cleveland Beth Hammack menginginkan kenaikan suku bunga lanjutan sebesar 25 basis poin, atau 0,25 poin persentase. Keduanya memilih tidak mendukung langkah mayoritas komite yang memutuskan menahan suku bunga.
Jumlah penolak pada pertemuan Oktober ini sebenarnya berkurang jika dibandingkan dengan pertemuan Juli 2026 yang mencatat tiga dissent. Perubahan peta suara terjadi setelah Neel Kashkari dan Lorie Logan kali ini memilih sejalan dengan keputusan mayoritas komite.
Kondisi suku bunga yang bertahan tinggi ikut berdampak pada pasar surat utang. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun bertahan di level 4,99% setelah sempat menyentuh puncak 5,31% pada awal Oktober. Angka ini menjaga persaingan imbal hasil bebas risiko terhadap aset kripto.
Ke Mana Taruhan Pasar Bergeser
Pelaku pasar berjangka melalui CME FedWatch sebelumnya telah memperkirakan keputusan penahanan suku bunga ini dengan menempatkan probabilitas sebesar 90%. Karena jeda kebijakan sudah diantisipasi pasar, pengumuman resmi tidak memicu guncangan mendadak di bursa.
Perhatian pelaku pasar kini berpindah ke agenda pertemuan FOMC berikutnya pada 8-9 Desember 2026. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan akhir tahun itu kini berada di atas 70%, menandakan pasar bersiap menghadapi potensi pengetatan lanjutan.
๐ Baca Juga35% Pemilih AS Mau Inovasi Finansial - Angkanya Jatuh ke 13% Saat Disebut Kripto
Merespons rilis pengumuman ini, harga Bitcoin bergerak stabil nyaris tanpa gejolak besar. Mata uang kripto terbesar ini bertahan di kisaran $80.800 hingga $80.950, memperlihatkan ketahanan harga sesaat setelah dokumen resmi dirilis ke publik.
Bagi pelaku pasar kripto, bertahannya Bitcoin di kisaran $80.800 memberi ketenangan jangka pendek. Namun peluang kenaikan suku bunga di atas 70% pada pertemuan Desember menjadi pengingat bahwa persaingan modal bebas risiko belum akan mereda.
Dilansir dari Decrypt.
Sebelumnya: Bitcoin Kembali ke Bawah $80.000 Jelang Putusan Fed - Analis Tandai $75.000 Jadi Batas Kritis
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




