Tembok $65.000 terbukti kokoh menahan pergerakan harga Bitcoin sepanjang Juli hingga tanggal 20. Aset kripto terbesar ini berulang kali gagal melewati garis resistensi kuat itu, bertepatan dengan berlanjutnya aksi hedge fund melepas saham teknologi Amerika Serikat dalam 6 dari 8 pekan terakhir. Data Goldman Sachs yang dilansir The Kobeissi Letter mencatat arus keluar modal ini sebagai total penjualan delapan pekan terbesar dalam setidaknya 10 tahun terakhir.
Kelesuan harga di pasar kripto berjalan seiring dengan bursa saham tradisional yang kesulitan mencari arah. Pada penutupan perdagangan 20 Juli, indeks S&P 500 dan Nasdaq hanya mampu mencetak kenaikan moderat, sementara Dow Jones justru turun 0,3%. Di papan perdagangan aset digital, trader Daan Crypto Trades membenarkan pola pergerakan lambat ini, dengan mencatat batas $65.000 membatasi harga Bitcoin sepanjang bulan Juli sejauh ini.
Ketegangan Timur Tengah Menahan Selera Risiko
Keengganan pasar masuk ke aset berisiko turut didorong oleh sentimen geopolitik global. Harga minyak dunia tertahan di atas level $80 per barel akibat ancaman gangguan pasokan energi. Kondisi ini dipicu oleh kemungkinan tetap tertutupnya rute vital Selat Hormuz sebagai akibat langsung dari eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi bertambah rumit setelah Trump menyerukan agar Iran dimasukkan ke dalam paket sanksi yang awalnya ditargetkan untuk Rusia.
Kombinasi tekanan eksternal ini bertemu dengan siklus penurunan volume perdagangan khas pertengahan tahun. Analis Michael van de Poppe punya penjelasan ringkas soal kelesuan ini, menyebut pasar saat ini sedang libur musim panas. Pandangan ini sejalan dengan pengamatan sejumlah trader lain yang menyoroti dominasi faktor musiman, di mana periode musim panas biasanya memang tidak menghasilkan pergerakan harga yang besar.
Menunggu Tanda Kembalinya Pasar Bullish
Meski pergerakan harga lama berdiam di satu titik, pelaku pasar sudah memetakan batas penting berikutnya. Target kenaikan terdekat penentu arah tren berada di sekitar batas $67.000. Angka ini dinilai menentukan karena di titik itulah pasangan BTC/USD diperkirakan masuk kembali ke struktur pasar bullish. Sampai penembusan itu terjadi, investor harus membiasakan diri dengan ritme pergerakan pelan khas libur musim panas yang masih mengurung pasar saat ini.
📌 Baca JugaBitcoin Terjepit Minyak $91 dan Kemunculan Kimi K3 - Aset Kripto Ambles ke $63.900
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




