Hanya 58 dompet yang memindahkan $805.000 keluar dari BitMart dalam 24 jam terakhir, dan selama delapan jam beruntun yang dilacak Lookonchain, bursa ini tidak memproses satu pun penarikan. Data on-chain ini bertolak belakang dengan janji pengelola platform yang baru saja mengumumkan rencana penutupan operasional. Menurut jadwal resmi, perdagangan di platform dihentikan pada 26 Agustus 2026, disusul penutupan layanan total pada 31 Januari 2027.
Alih-alih bersiap memindahkan aset ke bursa lain, nasabah kini berhadapan dengan dasbor penarikan yang membeku.
Email Masuk, Uang Tak Keluar
Kejanggalan sistem mulai terlihat dari laporan nasabah yang mencoba menyelamatkan dana mereka. Beberapa pengguna mengeluhkan email konfirmasi dari bursa yang menyatakan penarikan USDT sukses, padahal transaksi itu belum pernah diproses. Saat mengecek akun, mereka justru mendapati pesan peringatan ‘on-chain withdrawal freeze’ yang menahan aset mereka di tempat.
Macetnya penarikan ini merambat hingga ke transaksi kecil. Seorang pengguna melaporkan bahwa penarikan uji coba senilai $30 miliknya ikut tertunda lebih dari 30 menit. Merespons rentetan laporan ini, manajemen BitMart beralasan bahwa tingginya permintaan penarikan mengharuskan mereka menjalankan pemeriksaan kepatuhan dan keamanan tambahan.
Ketidakpastian soal nasib dana nasabah langsung menghancurkan nilai token asli bursa. Harga BMX anjlok 81,5% dalam tujuh hari, berlabuh di level $0,057 pada hari Senin. Padahal, token ini masih diperdagangkan di harga $0,31 pada akhir Jumat, tepat sebelum rencana penutupan bursa terpublikasi.
Sisa Aset di Tengah Badai Konsolidasi
Meski aliran keluar tersendat, cadangan aset bursa belum sepenuhnya habis. Berdasarkan data Arkham, deretan dompet yang diatribusikan ke BitMart masih menyimpan aset kripto senilai $69 juta pada hari Senin. Angka ini menyusut dari posisi $102 juta yang tercatat pada 6 Juli lalu.
📌 Baca JugaBitMEX Tutup September 2026 Usai 11 Tahun - Gugatan Massal Malah Datang di Hari Pengumuman
Jatuhnya BitMart menambah daftar platform yang lempar handuk, menyusul langkah BitMEX yang lebih dulu mengumumkan penutupan. Rentetan kejadian ini memicu diskusi luas tentang konsolidasi industri. Namun, Changpeng Zhao (CZ) menepis gagasan bahwa akuisisi adalah jalan keluar yang mudah. Ia mengingatkan bahwa membeli bursa kripto jauh lebih rumit ketimbang mengakuisisi bisnis biasa karena tingginya risiko backdoor keamanan peninggalan manajemen lama.
Bagi nasabah biasa, kalkulasi bisnis antarbursa tidak ada artinya ketika uang mereka tertahan. Selama akses penarikan ditutup paksa tanpa tenggat yang jelas, masa tenggang menuju penutupan bursa ini hanya akan diwarnai kepanikan dan status penundaan yang tak berujung.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




