Pew Research Center memindai sekitar 490.000 halaman web dari basis data Common Crawl antara Januari 2021 hingga Juli 2026 dan menemukan 1 dari 10 halaman berbahasa Inggris memuat jejak buatan AI. Angka dominasi mesin ini melompat ke level 35% khusus untuk halaman-halaman yang diterbitkan pasca-peluncuran ChatGPT pada November 2022, menurut hasil pengujian alat detektor Open Pangram.
Lonjakan teks buatan mesin ini paling kentara pada sudut komersial internet. Laman dengan domain akhiran .com menunjukkan rasio penulisan AI 10 kali lipat lebih tinggi ketimbang situs akademik (.edu) maupun lembaga pemerintah (.gov) yang masing-masing tertahan pada kisaran 1%. Rasio ini juga terpaut dua kali lipat lebih banyak dibandingkan situs organisasi (.org) yang mencatat tingkat keterlibatan AI di angka 4,6%. Untuk kelompok domain .com saja, jejak tulisan AI merangkak naik dari kisaran 1% pada Januari 2021 menuju 9,35% pada pengujian awal 2026.
Apa Saja Tanda Khas Mesin?
Alat detektor Open Pangram yang dipakai Pew membongkar kebiasaan mesin yang makin marak beredar sejak 2023. Tanda baca spesifik seperti em dash (tanda hubung panjang) kini muncul dua kali lebih sering dalam naskah, sementara pemakaian Oxford comma bertambah 63%. Kosa kata bahasa Inggris yang dulu jarang dipakai seperti “delve”, “interplay”, dan “testament” turut bermunculan dua kali lipat lebih banyak di ragam artikel internet.
Dari sisi struktur penulisan, keberadaan negative parallelism atau pola kalimat kontras dengan susunan “bukan hanya X, tapi Y” meroket nyaris tiga kali lipat sejak 2023. Pola-pola repetitif ini tidak sebatas bertebaran di blog pribadi atau situs lapis bawah. Open Pangram melaporkan tanda keberadaan AI menempel pada sekitar 9% artikel surat kabar harian Amerika Serikat tahun ini, di mana jejak itu turut menyusup ke halaman opini media cetak mapan seperti New York Times.
Imbas Langsung ke Ekosistem Kripto
Banjir konten mesin tanpa filter ini mulai membebani sistem pencarian organik di internet. Situasi jenuh ini mendorong penyusun kamus Merriam-Webster menetapkan “slop” - sebutan untuk konten sampah digital - sebagai word of the year pada Desember lalu. Bagi industri kripto dan ekosistem Web3, pergeseran informasi ini menghadirkan masalah nyata dalam operasional harian.
๐ Baca JugaSaham NVIDIA dan Apple Kini Tersedia 24 Jam di Base - Coinbase Bayar Lunas Rasa Frustrasinya
Tumpukan halaman web berkualitas rendah yang membanjiri internet merusak lanskap SEO bagi proyek kripto. Investor makin kesulitan menyaring informasi valid karena tingginya volume artikel generik. Sebagai langkah mitigasi masa depan, perusahaan AI seperti Anthropic kini berupaya menanamkan fitur text fingerprint di level dasar model mereka untuk mempermudah identifikasi teks, agar pembaca kelak tak lagi menebak-nebak asal usul bacaan di layar mereka.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




