๐Ÿ“… Senin, 24 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
CEO Coinbase Yakin RUU CLARITY Tembus 60 Suara Senat - Padahal Isu Etika dan Aturan DeFi Belum Kelar

CEO Coinbase Yakin RUU CLARITY Tembus 60 Suara Senat - Padahal Isu Etika dan Aturan DeFi Belum Kelar

CEO Coinbase Brian Armstrong memprediksi Digital Asset Market Clarity Act (H.R. 3633) akan mendapat lebih dari 60 suara dukungan di Senat AS pada 15 September mendatang. Angka ini merupakan syarat mutlak bagi Senat untuk menyetujui mosi “cloture” agar rancangan undang-undang kripto itu bisa mulai diperdebatkan.

Meski bos bursa kripto terbesar di AS itu optimistis, klaim ini murni proyeksi industri dan belum ada konfirmasi angka resmi dari Capitol Hill.

Berebut Tujuh Suara Penentu

Jalan RUU CLARITY masih diwarnai hitung-hitungan politik yang ketat. Pemungutan suara yang dijadwalkan pada pukul 14:15 Eastern ini bukanlah pengesahan final, melainkan sekadar izin untuk membuka pintu pembahasan.

Partai Republik saat ini memegang 53 kursi Senat. Untuk mencapai batas minimal 60 suara cloture, setidaknya tujuh senator dari Partai Demokrat harus membelot dan ikut memberikan dukungan. Kalaupun rintangan awal ini terlewati, prosesnya belum selesai. Senat telah memasukkan sejumlah amandemen sejak draf undang-undang ini disetujui oleh Komite Perbankan Senat dengan skor 15-9 pada 14 Mei 2026.

Mengingat Dewan Perwakilan Rakyat (House) AS sudah meloloskan versi sebelumnya dengan perolehan suara telak 294-134 pada Juli 2025, kedua majelis parlemen kini harus menyatukan draf mereka. RUU ini baru bisa dikirim ke meja presiden jika House dan Senat menyetujui teks yang seratus persen identik tanpa perbedaan satu kata pun.

Mengincar Aturan Anti-Rezim

Dalam wawancara televisi bersama CBS Sabtu lalu, Armstrong mengkritik status quo regulasi AS. Ia menilai kondisi saat ini gagal memberi kepastian dan justru membiarkan konsumen terpapar produk berbahaya.

Menurutnya, RUU CLARITY menawarkan perlindungan nyata bagi konsumen dari praktik “bad government or overreach”. Berbeda dengan aturan tingkat lembaga yang mudah dirombak setiap pergantian rezim, undang-undang tertulis memberikan kepastian hukum yang tidak bisa dibatalkan sepihak oleh pemerintahan baru.

Harga Bitcoin naik 5,9% dan Ethereum bertambah 2,8% di hari tayangnya wawancara Armstrong. Namun, sulit mengukur apakah kenaikan ini murni didorong oleh sentimen undang-undang ini di tengah pergerakan pasar lainnya.

Kalshi Blokir Pengguna Washington Akibat Injungsi - Tapi Kompetitor Mereka Justru Dapat Jalur Bebas๐Ÿ“Œ Baca JugaKalshi Blokir Pengguna Washington Akibat Injungsi - Tapi Kompetitor Mereka Justru Dapat Jalur Bebas

Rencana Cadangan di Gedung Putih

Ketidakpastian di Senat memaksa banyak pihak menyiapkan rencana lain. Pada 19 Agustus, Presiden Trump memanggil Armstrong bersama CEO Robinhood Vlad Tenev, petinggi Kraken Arjun Sethi, dan jajaran regulator federal untuk membahas arah kebijakan lewat rapat khusus di Gedung Putih.

Sehari sebelum pertemuan itu, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) mengambil langkah mandiri dengan mengusulkan “Regulation Crypto Assets”. Proposal ini baru memulai proses panjang penyusunan aturan alias rulemaking, dan belum akan berlaku efektif dalam waktu dekat. Di sisi lain, Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) Michael Selig menegaskan lembaganya siap memakai kewenangan yang ada saat ini, terlepas dari lolos atau tidaknya legislasi baru.

Armstrong mengindikasikan bahwa jika Senat memblokir undang-undang ini, SEC dan CFTC bisa merilis paket aturan turunan pada 16 September. Ia lekas mengingatkan bahwa tindakan lembaga penegak hukum tetap tidak bisa menggantikan kewenangan kokoh dari sebuah undang-undang murni.

Perdebatan tentang draf undang-undang ini sendiri belum benar-benar tuntas. Masih ada sejumlah pasal yang memicu tarik-ulur, mencakup ketentuan anti-pencucian uang (AML), kejelasan perlindungan untuk sektor keuangan desentralisasi (DeFi), aturan imbal hasil stablecoin, hingga klausul etika pejabat pemerintah. Aturan etika ini menjadi ganjalan khusus karena berkaitan langsung dengan kiprah keluarga Trump di dunia kripto.

Bagi pelaku industri dan pemegang aset kripto, pekan depan bukan hanya penentuan nasib sebuah RUU. Pemungutan suara ini akan membuktikan seberapa besar kekuatan lobi industri mampu menembus tembok politik di Washington tanpa harus mengorbankan inovasi. Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share