Penulis buku Robert Kiyosaki kembali menyerukan pembelian Bitcoin pada 22 Agustus dengan menuduh kebijakan terbaru Treasury AS sebagai “QE baru” dan pencetakan dolar palsu. Di pasar nyata, Bitcoin bergerak mengabaikan kesalahan tafsir ini dan menetap di kisaran harga $76.000 pada 23 Agustus, turun perlahan setelah sempat menyentuh level tertinggi lokal di $79.500 dua hari sebelumnya.
Kenaikan harga Bitcoin yang menembus lebih dari 20% dalam waktu sepekan ini ditenagai oleh empat pendorong utama: pengumuman resmi dari pihak Treasury, turunnya tingkat imbal hasil obligasi jangka panjang, pelemahan nilai dolar AS, dan gelombang likuidasi paksa pada posisi short. Modal institusi ikut merespons rentetan data makro ini. Produk ETF spot Bitcoin di bursa AS menyerap arus dana masuk bersih sebesar $1,92 miliar hanya dalam lima sesi perdagangan berturut-turut.
Bukan Kebijakan Moneter Bank Sentral
Kiyosaki keliru membaca aturan pemerintah. Pada 19 Agustus lalu, Treasury AS mengumumkan kenaikan batas pembelian kembali surat utang negara dengan tenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun. Angka pembelian ini dinaikkan dari $2 miliar menjadi minimal $4 miliar untuk tiap operasi yang akan resmi dimulai pada 9 September nanti. Aturan batas nilai baru ini akan terus berlaku hingga 4 November, batas waktu bagi Treasury untuk memberikan informasi operasional lanjutan.
Faktanya, langkah buyback obligasi ini murni bagian dari operasi manajemen utang negara oleh institusi Treasury, bukan pelonggaran kuantitatif layaknya asumsi publik. Program pelonggaran kuantitatif adalah ranah kebijakan moneter bank sentral yang sepenuhnya dijalankan oleh Federal Reserve. Kedua entitas pemerintah ini menjalankan mandat yang terpisah lewat mekanisme operasional yang tidak berhubungan satu sama lain, sehingga tidak bisa disamakan sebagai tindakan mencetak uang.
Rekam Jejak Harga yang Melenceng
Pandangan Kiyosaki tentang arah pergerakan harga kripto sering kali berjalan sendiri terlepas dari kondisi aktual. Ia pernah meyakini harga Bitcoin akan menembus angka $350.000 pada 25 Agustus 2024 - sebuah prediksi yang tidak terwujud. Pada beberapa kesempatan berbeda, ia juga memasang target harga di level $500.000 hingga $1 juta per keping tanpa batas waktu penyelesaian rinci.
Walaupun rutin menempatkan Bitcoin, emas, perak, dan properti pilihan sebagai barisan aset utama untuk lindung nilai inflasi, ia tetap memperlakukan kripto sebagai aset cair untuk mengeksekusi peluang bisnis nyata. Pada November 2025, Kiyosaki mencairkan sebagian portofolionya dengan menjual kepemilikan Bitcoin senilai $2,25 juta di harga sekitar $90.000 untuk mendanai investasi pusat bedah dan bisnis papan reklame.
๐ Baca JugaTeka-teki di Blok 963.629 Simpan Kunci Wallet Bitcoin - Jawabannya Ada di Genesis Block Satoshi
Bagi pelaku pasar, narasi kiamat finansial mungkin efektif menarik perhatian di media sosial, tapi dana institusi mengalir masuk berdasarkan data imbal hasil riil pemerintah, bukan mengikuti kepanikan seorang tokoh publik.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




