Institusi global diperkirakan memompa triliunan dolar ke Bitcoin dalam satu dekade ke depan. Kepala Investasi (CIO) Bitwise, Matt Hougan, memproyeksi aliran dana ini akan masuk bergelombang dari penasihat keuangan, family office, dana pensiun, sovereign wealth fund, hingga ke bank sentral.
Total kekayaan yang saat ini dikelola oleh berbagai institusi global itu ditaksir mencapai $100 triliun hingga $200 triliun. Menurut perhitungan Hougan, alokasi 1% saja dari total dana itu sudah cukup untuk menopang target harga jangka panjang yang dia patok untuk Bitcoin. Hougan memberi perbandingan tegas: kalau Bitcoin sanggup mengambil alih 50% pangsa pasar emas sebagai penyimpan nilai - yang totalnya bernilai $30 triliun - harga satu keping BTC akan mencapai $715.000.
Tanda-tanda masuknya uang besar ini mulai terlihat. Gelombang pertama muncul dari laporan pengajuan 13F untuk ETF Bitcoin spot, yang menunjukkan penasihat keuangan dan family office mulai memimpin akumulasi. Tren ini dipertegas setelah institusi perbankan seperti Morgan Stanley dan Wells Fargo mengambil langkah dengan membuka akses investasi Bitcoin langsung untuk klien mereka.
Dua Senjata Strategy yang Melemah
Di tengah proyeksi aliran masuk uang baru ini, peta pemain besar di pasar Bitcoin dipastikan berubah. Hougan menilai Strategy - korporasi pemegang Bitcoin terbesar di dunia yang saat ini menimbun 842.138 BTC - tidak lagi memegang peran sebagai motor utama yang menarik permintaan Bitcoin di masa mendatang.
Ada dua keunggulan utama Strategy yang kini kehilangan daya dorongnya. Pertama, kehadiran ETF Bitcoin spot memberi jalan investasi langsung bagi investor, sehingga premi nilai aktiva bersih (NAV) tinggi yang selama ini dinikmati saham Strategy menjadi sulit dipertahankan. Kedua, perusahaan ini dinilai sudah mencapai batas kapasitasnya dalam memanfaatkan ruang utang atau menerbitkan saham preferen yang bisa diserap oleh pasar.
“Jalur akumulasi mudah sudah habis,” kata Hougan. Hal ini tidak berarti Strategy akan berhenti menambah cadangan mereka. Perusahaan ini diyakini akan terus membeli Bitcoin, tetapi lajunya diprediksi melambat dan aksinya akan lebih bergantung pada siklus harga yang ada di pasar.
📌 Baca JugaETF Bitcoin AS Sedot $1 Miliar Sepekan - Analis Kaitkan dengan Efek Ketakutan Dompet Coldcard
Tongkat Estafet Permintaan
Pergeseran ini menempatkan produk ETF dan rentetan institusi besar sebagai penentu baru, mengambil alih posisi perusahaan tunggal yang selama ini terus-menerus menyerap pasokan pasar terbuka. Permintaan terhadap Bitcoin tidak berhenti, melainkan berpindah ke tangan pemain dengan modal yang lebih dalam.
Kini patokannya bukan lagi seberapa banyak utang yang bisa dicetak satu perusahaan untuk membeli kepingan Bitcoin, melainkan seberapa cepat manajer dana pensiun dan bank sentral menyisihkan aset mereka ke Bitcoin. Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




