CEO Ripple Brad Garlinghouse membawa kabar langsung dari Washington. Setelah mengikuti serangkaian pertemuan regulasi pekan ini, ia menyatakan Amerika Serikat kini lebih dekat dari sebelumnya untuk memiliki aturan kripto yang jelas dan mengikat.
Sinyal positif ini muncul tak lama setelah Garlinghouse menghadiri pertemuan perdana Innovation Advisory Committee bentukan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada 20 Agustus 2026. Pertemuan ini mengumpulkan nama besar industri. Garlinghouse duduk satu meja dengan sederet petinggi bursa tradisional dan raksasa kripto: CEO Coinbase Brian Armstrong, CEO Uniswap Labs Hayden Adams, CEO CME Terry Duffy, CEO Nasdaq Adena Friedman, hingga CEO Cboe Craig Donohue.
Batas 60 Suara di Senat
Bagi industri kripto, optimisme di ruang rapat CFTC akan segera menemui ujian di lantai Kongres. Rancangan Undang-Undang CLARITY Act dijadwalkan menghadapi pemungutan suara prosedural krusial di Senat pada 15 September mendatang. RUU ini butuh 60 suara persetujuan agar bisa terus melaju.
Angka 60 suara ini jadi penentu nasib kerangka hukum kripto Amerika. Pada Maret 2026 lalu, SEC dan CFTC memang sudah menerbitkan interpretasi bersama yang membagi aset digital ke dalam lima kategori. Tapi dokumen ini sekadar panduan. Panduan tidak memiliki kekuatan mengikat setara undang-undang formal yang kini sedang diperjuangkan lewat CLARITY Act.
Jalan CLARITY Act sendiri masih panjang. Aturan ini memikul setumpuk masalah yang belum selesai diperdebatkan. Anggota Senat masih beradu argumen soal detail aturan pembagian keuntungan (rewards) stablecoin dan batas proteksi untuk sektor Decentralized Finance (DeFi). Di luar itu, sengketa ketentuan etika, kontrol ketat aktivitas keuangan ilegal, hingga standar perlindungan konsumen belum juga kelar.
๐ Baca JugaPakistan Buka Portal Pendaftaran Kripto - Bursa Lama Cuma Punya Waktu Sampai 5 September Sebelum Ditutup Paksa
Rencana Cadangan CFTC
Di tengah alotnya lobi Kongres, pasar terus bergerak merespons sinyal politik. Harga token Hyperliquid melonjak 20% tak lama setelah Trump menyebut CFTC sedang bersiap membawa platform itu beroperasi sah di Amerika Serikat.
Ketidakpastian regulasi ini setidaknya tidak lagi menyandera Ripple. Kasus sengketa panjang antara perusahaan yang dipimpin Garlinghouse ini melawan SEC sudah berakhir dengan denda $125,04 juta beserta injungsi pengadilan. Langkah banding silang antara kedua pihak juga resmi dicabut sejak tahun 2025 lalu.
Bagi pelaku pasar kripto lain, nasib mereka kini bertumpu pada tanggal 15 September. Kalau pemungutan suara Senat gagal, Ketua CFTC Selig menjamin agensinya tidak akan tinggal diam. Ia akan langsung memerintahkan stafnya bergerak cepat menyusun pedoman industri baru. Kepastian hukum akhirnya datang menghampiri kripto Amerika - lewat palu legislasi maupun perintah agensi. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




