Ribuan nasabah bursa kripto AscendEX mendadak menghadapi mimpi buruk: uang mereka mungkin tak bisa ditarik seluruhnya. Dalam pemberitahuan resmi, bursa yang berdiri sejak 2018 itu mengaku telah menghentikan seluruh operasinya per 1 Juli 2026 - dan secara terang-terangan tak bisa menjamin nasabah bakal mendapatkan kembali aset digital mereka utuh.
“Kami mengandalkan sebuah transaksi strategis yang seharusnya menyuntikkan likuiditas untuk mengembangkan platform, tetapi pihak lawan tidak menepatinya,” bunyi keterangan AscendEX, sembari menambahkan bahwa kondisi pasar yang lemah memperparah tekanan. Bursa itu kini hanya membuka akses untuk proses penarikan (offboarding), dengan penarikan otomatis disetop dan setiap permintaan ditinjau manual - berpotensi molor tanpa kepastian jumlah maupun waktu.
Sinyal Bahaya yang Sudah Dikendus Sejak Awal
Yang membuat kasus ini lebih menyakitkan: peringatan sudah berkumandang jauh sebelum pengumuman resmi. Investigator on-chain ZachXBT sempat menyoroti bahwa banyak nasabah mengeluhkan penarikan yang menggantung berhari-hari hingga berminggu-minggu. Saat ia menelusuri dompet panas (hot wallet) AscendEX yang teridentifikasi publik, isinya nyaris kosong dari aset besar seperti ETH, USDT, USDC, dan SOL - meski ia mengingatkan cadangan bursa juga bisa tersimpan di dompet dingin atau kustodian pihak ketiga.
Lebih jauh, ZachXBT menuding bursa masih menerima setoran baru sementara banyak permintaan penarikan tak kunjung diproses, dan mendesak korban melapor ke aparat penegak hukum. Ia bahkan menyebut satu nasabah besar mengaku tak mendapat respons apa pun dari salah satu pendiri AscendEX, George Jing Cao.
Jejak Kelam dan Bayang-bayang Kebangkrutan
AscendEX bukan nama asing dengan masalah. Didirikan pada 2018 dengan nama BitMax sebelum berganti merek, bursa ini pernah dibobol pada 2021 dengan kerugian sekitar 78 juta dolar AS (sekitar Rp1,25 triliun) - serangan yang belakangan dikaitkan dengan kelompok peretas Lazarus. Kini, alih-alih peretasan, penyebab yang diklaim adalah gagalnya regulasi: bursa mengaku tak mengantongi izin yang diwajibkan kerangka aturan MiCA Uni Eropa yang mulai berlaku penuh awal bulan ini.
📌 Baca JugaRaksasa Jepang SBI Diam-diam Kuasai Bursa Kripto Singapura - Ini Peta ‘Kerajaan Aset Digital’ yang Sedang Dibangunnya
Bursa memperingatkan, jika proses kepailitan formal dimulai, saldo dan klaim nasabah yang belum tuntas bisa ditangani lewat mekanisme hukum tersebut - sebuah antrean panjang yang jarang berujung pemulihan penuh.
Bukan Kuncimu, Bukan Uangmu
Runtuhnya AscendEX menegaskan kembali pepatah lama di dunia kripto yang sering diabaikan saat pasar tenang: aset yang dititipkan di bursa sepenuhnya bergantung pada kesehatan bursa itu. Ketika likuiditas menguap dan izin regulasi tak dikantongi, saldo yang tampak aman di layar aplikasi bisa berubah menjadi sekadar angka klaim. Bagi nasabah, pelajarannya keras namun jelas - menyimpan aset di dompet pribadi bukan lagi anjuran teknis, melainkan pertahanan terakhir.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




