Bursa derivatif terbesar Amerika Serikat mengambil langkah yang jarang terjadi: menggugat regulatornya sendiri. CME Group resmi menyeret Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Ketuanya, Mike Selig, ke meja hijau setelah badan itu mengizinkan Kalshi dan Coinbase mendaftarkan crypto perps alias perpetual futures.
Langkah hukum ini membuka babak baru perebutan kendali di pasar derivatif tanpa tanggal kedaluwarsa, yang memungkinkan trader berspekulasi pada harga aset dengan leverage. Pertaruhannya besar: volume perps non-AS dilaporkan tumbuh menyentuh angka $60 triliun sepanjang tahun lalu.
Beda Definisi Hukum
Inti dari gugatan ini berpusat pada definisi instrumen keuangannya. CME berargumen bahwa perps pada dasarnya masuk dalam kategori swap menurut hukum yang berlaku. Sebagai swap, instrumen ini seharusnya terikat pada aturan yang beda, termasuk keharusan menahan margin selama lima hari dan kewajiban entitas terkait untuk mendaftar sebagai peserta pasar swap.
“Ketika dua pihak saling tukar pembayaran, itu adalah swap. Kenapa perps tidak diperlakukan begitu?” kata Chairman CME Terry Duffy.
Di luar masalah definisi, CME juga mengklaim CFTC belum siap menegakkan kebijakan untuk instrumen ini. Salah satu kekhawatiran yang disoroti CME adalah regulator dianggap tidak punya kemampuan mencegah trader non-AS masuk ke platform teregulasi di Amerika Serikat.
Konflik yang Meluas ke Minyak Mentah
Ketegangan antara CME dan regulatornya ternyata tidak hanya berhenti pada urusan kripto. Di saat yang sama ketika CME menggugat soal perps, bursa ini juga mencoba menerapkan jalur cepat atau fast-track untuk perdagangan 24 jam tujuh hari seminggu pada kontrak berjangka minyak mentah (WTI).
📌 Baca JugaFranklin Templeton Bawa $1,8 Triliun Desak Senat Sahkan CLARITY Act - Tepat Saat Voting Tertunda
Upaya fast-track ini diblokir langsung oleh CFTC. Ketua CFTC Mike Selig merespons manuver itu dengan keras. Dia mengatakan tindakan CME mengabaikan upaya CFTC untuk melakukan analisis yang beralasan adalah hal yang sama sekali tidak pantas.
Perseteruan soal kontrak minyak ini memanas di saat yang krusial. Ketika konflik Iran meletus, minat terhadap perps kontrak minyak di berbagai platform decentralized finance (DeFi) seperti Hyperliquid justru melonjak tajam.
Mengawasi Pergerakan $60 Triliun
Melihat konflik terbuka di industri ini, CEO Hyperliquid Policy Center Jake Chervinsky menyoroti situasi yang tidak wajar tersebut. “Sangat tidak biasa melihat bursa terbesar AS menyerang regulatornya sendiri,” komentarnya. Hyperliquid Policy Center merupakan lembaga yang didukung dana $28 juta dari Hyper Foundation, dengan fokus khusus pada regulasi DeFi dan perps.
Gugatan ini lebih dari sekadar perdebatan istilah teknis hukum. Putusan akhir dari kasus ini akan menjadi preseden yang menentukan bagaimana Amerika Serikat mendekati dan membuat aturan main di arena $60 triliun perps global. Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




