๐Ÿ“… Senin, 17 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
Celah Screen Sharing macOS Dieksploitasi - Hacker Retas Ribuan Komputer Apple untuk Tambang Monero

Celah Screen Sharing macOS Dieksploitasi - Hacker Retas Ribuan Komputer Apple untuk Tambang Monero

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Sebuah serangan cryptojacking kini langsung menyasar pengguna komputer Apple melalui celah di dalam fitur bawaan sistem operasi. Peretas mengeksploitasi kerentanan pada fitur screen sharing di dalam macOS untuk menanamkan malware penambang koin kripto Monero ke ribuan komputer, seperti diungkap dalam laporan Cryptonews.net pada 16 Agustus 2026. Eksploitasi ini membuka pintu masuk berbahaya bagi peretas untuk mendompleng kemampuan komputasi perangkat keras korban tanpa izin.

Pelaku mendesain serangan ini untuk beroperasi penuh dari balik layar tanpa memicu kecurigaan. Teknik eksploitasi yang dipakai memanfaatkan akses hak istimewa dari fitur screen sharing guna mengeksekusi proses penambangan kripto di latar belakang. Akibatnya, komputer korban terus dipaksa bekerja keras memecahkan blok kripto tanpa sepengetahuan pemilik aslinya. Pembajakan komputasi ini berjalan tersembunyi sambil menyedot habis daya perangkat keras sekaligus menguras kapasitas baterai di setiap unit komputer yang disusupi.

Kenapa Memilih Algoritma CPU Monero

Pilihan peretas jatuh pada Monero murni karena spesifikasi teknis bawaan koin privasi itu. Sebagai aset digital yang berfokus penuh pada kerahasiaan identitas pihak bertransaksi, Monero menawarkan tingkat anonimitas tinggi yang membuat aliran dana hasil curian sulit dilacak. Di samping perlindungan identitas mutlak, Monero mengandalkan struktur algoritma penambangan unik bernama RandomX.

Karakteristik spesifik RandomX menjadi alasan logis mengapa serangan ini menargetkan perangkat laptop dan desktop biasa. Algoritma penambangan ini memang sejak awal dirancang lebih efisien ketika dijalankan pada Central Processing Unit (CPU) konvensional dibandingkan kartu grafis kelas atas (GPU). Spesifikasi teknis ini memberi ruang besar bagi peretas, mengingat mayoritas pengguna macOS memakai prosesor CPU standar harian yang dayanya rentan dibajak untuk memutar mesin penambang ilegal di balik layar.

Broker Kripto Pertama Israel Kebobolan Data 200 Ribu Nasabah - Kripto Aman Tapi Rekening Bank Terekspos๐Ÿ“Œ Baca JugaBroker Kripto Pertama Israel Kebobolan Data 200 Ribu Nasabah - Kripto Aman Tapi Rekening Bank Terekspos

Rangkaian Ancaman di Ekosistem Apple

Tembusnya pertahanan sistem melalui celah fitur screen sharing bawaan ini makin menambah daftar panjang krisis keamanan siber yang menargetkan pengguna kripto di dalam ekosistem Apple. Lingkungan perangkat komputer Apple belakangan ini terus diguncang oleh ancaman manipulasi digital. Insiden masuknya malware penambang macOS ini terjadi tepat setelah maraknya penyusupan aplikasi tiruan berkedok layanan kripto yang mencatut nama DefiLlama dan Phantom Wallet hingga berhasil menembus pengawasan resmi App Store.

Evolusi serangan ini membuktikan bahwa peretas kini makin bebas bergeser dari sekadar membuat aplikasi penipu di toko aplikasi menuju eksploitasi fungsi bawaan sistem operasi. Mengingat celah retasan bersumber dari fungsi sistem asli, seluruh pengguna macOS disarankan untuk segera memperbarui versi OS mereka demi mendapatkan tambalan keamanan terbaru. Sebagai garis pertahanan tambahan, pengguna wajib masuk ke pengaturan sistem untuk mematikan fitur screen sharing setiap kali alat berbagi layar itu tidak digunakan. Dilansir dari Cryptonews.net.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share