Upgrade besar Cardano berikutnya, Dijkstra, tidak akan datang sekaligus. Pengembangan infrastruktur ini resmi dipecah menjadi dua fase utama, dengan Phase 1 yang membidik target status penyelesaian kode pada kuartal keempat 2026. Fase pertama ini berfokus membawa Linear Leios beserta Nested Transactions ke jaringan utama, sementara Phase 2 yang memuat Ouroboros Peras baru dijadwalkan meluncur melalui intra-era hard fork pada kuartal kedua 2027.
Pemisahan peta jalan ini berkaitan dengan muatan teknis yang dibawa masing-masing fase. Phase 1 bertugas meletakkan fondasi jaringan dengan memasukkan mekanisme serialisasi transaksi dan blok baru, pengaktifan PlutusV4, serta penambahan parameter protokol. Hard fork van Rossem pada Juli lalu sudah menyelesaikan tahap persiapan awal dengan menggerakkan mainnet ke Protocol Version 11 untuk menyiapkan landasan bagi Dijkstra.
Taktik Genjot Throughput Tanpa Ubah Keamanan
Daya tarik utama pada Phase 1 terletak di Linear Leios. Fitur ini dirancang memperkenalkan keberadaan Endorser Blocks - sebuah sistem blok tambahan yang verifikasinya dijalankan oleh sebuah komite berbasis stake. Mekanisme blok penjamin ini bertugas mendongkrak tingkat throughput transaksi Cardano, tanpa perlu merombak atau mengganti model keamanan Praos yang sudah menopang jaringan saat ini.
Selain fokus pada Leios, Phase 1 juga memikul tugas untuk mempersiapkan jalan bagi fase berikutnya. Pembaruan ini akan menginstal codec dan sejumlah parameter yang dibutuhkan Ouroboros Peras, namun fiturnya tidak langsung menyala. Peras membutuhkan seluruh infrastruktur Phase 1 ini aktif dan berjalan lebih dulu sebelum bisa dihidupkan pada 2027.
Lapisan Voting Khusus dan Target Node Rust
Saat nanti aktif di Phase 2, Ouroboros Peras akan mengubah cara blok diselesaikan dengan menambahkan lapisan voting bagi para stake pool operator (SPO). Lapisan tambahan ini memungkinkan jaringan mencapai penyelesaian transaksi lebih cepat dibandingkan jika hanya bergantung pada aturan chain-depth standar milik model keamanan Praos.
Bersamaan dengan pengerjaan peta jalan protokol inti, implementasi node open-source Cardano yang ditulis dengan bahasa pemrograman Rust, Amaru, juga terus melaju. Node alternatif ini sudah mampu melakukan relay dan memvalidasi ujung rantai, serta mematok target untuk memproduksi blok di mainnet pada bulan November 2026.
๐ Baca JugaMantan Staf Ripple Bangun Startup Baru di Atas XRP Ledger - Tapi Rel Utamanya Justru RLUSD, Bukan XRP
Linimasa pengembangan Amaru mematok perilisan umum untuk pembuat blok pada 30 September. Setelah itu, target kompatibilitas dengan Dijkstra dijadwalkan pada 29 Oktober, disusul dukungan penuh untuk fitur Leios pada 26 November.
Sisa Tantangan di Garis Finis
Seluruh persiapan teknis ini akan segera masuk ke sistem pengambilan keputusan on-chain. Organisasi Intersect dijadwalkan menyerahkan amandemen konstitusional terkait pengaktifan parameter baru Dijkstra paling lambat pada Epoch 655 yang akan dimulai pada 11 September.
Kendati tanggal krusial sudah dicanangkan, seluruh jadwal ini masih berstatus estimasi. Dinamika persetujuan di sistem tata kelola komunitas serta durasi pengujian bug bisa sewaktu-waktu memperlambat laju aktivasi Dijkstra di mainnet. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




